Bantul, IDN Times - Tingginya angka kriminalitas di Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, termasuk kasus pengeroyokan yang menewaskan pelajar SMAN 1 Bambanglipuro hingga menjadi perhatian nasional, mendorong pembentukan posko antiklitih di setiap kalurahan.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Bantul, Ani Widayani, mengaku prihatin dengan maraknya kejahatan jalanan yang menyebabkan korban luka hingga meninggal dunia. Menurutnya, korban dan pelaku sebagian besar masih berstatus pelajar SMP dan SMA sederajat.
"Kasus kejahatan jalanan yang menyebabkan seorang siswa SMAN 1 Bambanglipuro meninggal dunia akibat dikeroyok tentunya sangat memprihatinkan karena korbannya sekolah di wilayah Bambanglipuro dan pelaku pengeroyokan salah satunya warga Bambanglipuro," katanya saat Rapat Koordinasi Forkompimkap Bambanglipuro di Balai Kalurahan Mulyodadi, Senin (11/5/2026).
