Ilustrasi petugas sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio saat meneteskan vaksin Polio pada anak. (IDN Times/Cokie Sutrisno).
Diketahui Kabupaten Sleman, menjadi perhatian khusus setelah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang geografisnya berdekatan dengan Sleman ditetapkan KLB Polio oleh Kementrian Kesehatan.
Dengan kondisi geografis yang berdampingan, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menegaskan bahwa monitoring penyakit ini terus dilakukan pemerintah Sleman agar tidak ditemukan di Bumi Sembada. "Kita terus perhatikan perkembangan penyakit ini. Mau tidak mau, semua siaga dan memastikan imunisasi lanjutan ini dilakukan merata ke seluruh anak-anak di Sleman agar kebal dan tidak menularkan ke orang lain," terang Kustini Sri Purnomo.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan aparat lintas sektor untuk mendukung pelaksanaan Sub-PIN Polio. Putaran pertama Sub-PIN Polio digelar pada 15-20 Januari 2024 dan putaran kedua pada 19-24 Februari 2024.
Cahya mengatakan, vaksin yang digunakan dalam Sub-PIN nanti adalah nOPV2. Hal ini sesuai dengan virus yang menjangkiti pasien anak dalam kasus di Klaten, yakni virus polio tipe 2. "Dengan pemberian vaksin ini, anak-anak akan kebal terhadap virus polio tipe 2 itu serta tidak bisa menularkan ke orang lain," tambahnya.
Untuk diketahui, pelaksanaan imunisasi akan digelar di posyandu, taman kanak-kanak, dan sekolah dasar. Ini dilakukan di seluruh wilayah Sleman yang terdiri dari 86 desa yang tersebar di 17 kecamatan.