Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Usai KLB di Klaten, Sleman Berpotensi Terdampak Penyebaran Polio

Usai KLB di Klaten, Sleman Berpotensi Terdampak Penyebaran Polio
Ilustrasi polio. (Dok. Humas Pemprov Jabar)
Share Article

Sleman, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan pelaksanaan imunisasi Polio di wilayahnya dalam waktu dekat. Langkah ini sejalan dengan instruksi pemerintah pusat untuk Sleman melakukan Sub-Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio.

"Saya sudah perintahkan dinas kesehatan dan aparat lintas sektoral untuk segera melaksanakan imunisasi ini segera mungkin," kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Kamis (11/1/2023).

 

1. Sleman berpotensi terdampak penyebaran Polio

ilustrasi seorang anak sedang melakukan vaksinasi polio (freepik.com)
ilustrasi seorang anak sedang melakukan vaksinasi polio (freepik.com)

Kustini tak menampik jika Sleman berpotensi terdampak penyebaran Polio setelah kabupaten tetangga, yakni Klaten di Jawa Tengah ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio oleh Kementrian Kesehatan beberapa waktu lalu.

Menimbang kondisi geografis yang bersebelahan, Kustini menegaskan bahwa monitoring penyakit ini terus dilakukan jajarannya agar tidak menyebar ke wilayah Bumi Sembada.

"Kita terus perhatikan perkembangan penyakit ini. Mau tidak mau, semua siaga dan memastikan imunisasi lanjutan ini dilakukan merata ke seluruh anak-anak di Sleman agar kebal dan tidak menularkan ke orang lain," terang Kustini.

 

2. Jadwal Sub-PIN Polio di Sleman

Tenaga kesehatan Puskesmas Manyaran menyiapkan vaksin TD yang akan diberikan kepada siswa SD Darussalam saat program BIAS di Semarang (IDN Times/Dhana Kencana)
Tenaga kesehatan Puskesmas Manyaran menyiapkan vaksin TD yang akan diberikan kepada siswa SD Darussalam saat program BIAS di Semarang (IDN Times/Dhana Kencana)

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama menuturkan, pihaknya telah mengumpulkan aparat lintas sektor untuk mendukung pelaksanaan Sub-PIN Polio nanti. Menurutnya, putaran pertama Sub-PIN Polio digelar pada 15-20 Januari 2024 dan putaran kedua pada 19-24 Februari 2024.

Cahya menjelaskan, vaksin yang digunakan dalam Sub-PIN nanti adalah jenis nOPV2, sesuai dengan virus yang menyerang pasien anak dalam kasus di Klaten, yakni virus polio tipe 2.

"Dengan pemberian vaksin ini, anak-anak akan kebal terhadap virus Polio tipe 2 itu serta tidak bisa menularkan ke orang lain," lanjutnya.

 

3. Hampir 150 ribu anak jadi sasaran vaksinasi

Seorang bayi dan ibunya menunggu giliran imunisasi di Posyandu Rampai. (IDN Times/Dini Suciatingrum)
Seorang bayi dan ibunya menunggu giliran imunisasi di Posyandu Rampai. (IDN Times/Dini Suciatingrum)

Dikatakan Cahya, ada sebanyak 149.821 anak yang masuk daftar sasaran vaksinasi Polio. Ini akan menambah cakupan imunisasi inactivated poliovirus vaccine (IPV) di Sleman yang sekarang ini tercatat pada angka 98 persen. Anak-anak di atas usia 7 tahun telah terlindungi dari Polio.

Adapun pelaksanaan imunisasi akan digelar di posyandu, taman kanak-kanak, dan sekolah dasar. Ini dilakukan di seluruh wilayah Sleman yang terdiri dari 86 desa yang tersebar di 17 kecamatan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Algoritma Ubah Kondisi Komunikasi di Indonesia, Kualitas Informasi Menurun

28 Mei 2026, 22:28 WIBNews