Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bocah Tenggelam di Muara Sungai Serang Kulon Progo Ditemukan Meninggal
Tim SAR Gabungan evakuasi jenazah korban dari Muara Sungai Serang Kulon Progo. (Dok. Kantor SAR Yogyakarta)
  • Seorang bocah berusia sembilan tahun asal Padukuhan Keboan, Kulon Progo, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Muara Sungai Serang pada Sabtu sore, 7 Maret 2026.
  • Tim SAR Gabungan menemukan tubuh korban mengapung sekitar 50 meter dari lokasi awal hilang dan langsung melakukan evakuasi serta identifikasi bersama pihak kepolisian dan medis.
  • Jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, sementara operasi pencarian resmi ditutup setelah proses identifikasi dan penyerahan selesai dilakukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kulon Progo, IDN Times - Pencarian terhadap bocah berusia sembilan tahun warga Padukuhan Keboan, Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, yang tenggelam di Muara Sungai Serang pada Sabtu (7/3/2026) akhirnya membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di Muara Sungai Serang pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 21.52 WIB.

‎"Korban BN (9) ditemukan dalam kondisi mengapung sekitar 50 meter dari lokasi pertama korban dinyatakan tenggelam dan hilang," ujar Humas Kantor SAR Yogyakarta, Pipit Iriyanto, Minggu (8/3/2026) malam.

1. ‎Tim SAR Gabungan melihat tubuh korban muncul ke permukaan air ‎

Pencarian korban tenggelam dan hilang di muara Sungai Serang Kulon Progo. (Dok. Kantor SAR Yogyakarta)

Penemuan korban berawal saat Tim SAR Gabungan melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian hingga ke area pemecah gelombang di Pantai Glagah. Saat itu petugas melihat tubuh korban muncul ke permukaan air. Evakuasi pun langsung dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.

‎"Setelah sampai di darat, petugas Inafis Polres Kulon Progo dan petugas medis melakukan terhadap korban. Dipastikan korban adalah BN (9) yang tenggelam dan hilang di Muara Sungai Serang," ujar Pipit.

‎2. Jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan

Tim SAR Gabungan evakuasi jenazah korban dari Muara Sungai Serang Kulon Progo. (Dok. Kantor SAR Yogyakarta)

Pipit menjelaskan selama operasi pencarian hari pertama pada Sabtu–Minggu (7–8/3/2026), keluarga korban menunggu di Posko Tim SAR Gabungan. Saat korban ditemukan, keluarga langsung memastikan korban merupakan anggota keluarganya yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Muara Sungai Serang.

‎"Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman. Keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah. Dengan ditemukannya korban maka operasi pencarian dan pertolongan secara resmi ditutup," tuturnya.

3. ‎Kronologi korban tenggelam dan hilang di Muara Sungai Serang

Pencarian korban tenggelam dan hilang di muara Sungai Serang Kulon Progo. (Dok. Kantor SAR Yogyakarta)

Sebelumnya diberitakan, seorang bocah berusia sembilan tahun warga Padukuhan Keboan, Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, tenggelam saat bermain bersama dua temannya di muara Sungai Serang pada Sabtu (7/3/2026) sore.

Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, mengatakan kejadian berawal saat petugas siaga Pos SAR Kulon Progo menerima laporan adanya kondisi membahayakan manusia berupa satu orang tenggelam di Muara Sungai Serang, Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo.

"Awalnya informasi dari warga ada sepeda tertinggal di muara Sungai Serang namun orang atau pemilik sepeda tidak kelihatan," katanya, Minggu (8/3/2026).

Petugas kemudian mencari tahu keberadaan pemilik sepeda tersebut. Dari penelusuran diketahui sepeda itu milik warga Padukuhan Karangwuni. Petugas lalu mencari teman-teman yang sering bermain dengan pemilik sepeda.

Sekitar pukul 16.00 WIB, salah satu anak yang dimintai keterangan mengakui temannya, BN (9), tenggelam di Muara Sungai Serang.

"Untuk memastikan lagi teman korban, bersama Babinkam dan Polairud dibawa ke tempat kejadian. Dan benar teman korban menunjukan tempat kejadian perkara tenggelam tersebut," ucapnya.

Setelah dipastikan korban tenggelam dan hilang di muara Sungai Serang, Tim SAR gabungan melakukan pencarian. Namun hingga menjelang malam, korban belum ditemukan.

"Minggu (8/3/2026) pagi ini, Tim SAR Gabungan akan kembali melakukan pencarian keberadaan korban di sekitar lokasi pertamakali korban diketahui tenggelam dan hilang," ujarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team