Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan program ini merupakan salah satu proses adaptasi di masa pandemik COVID-19. Tujuannya agar terjadi perputaran ekonomi namun tetap sejalan dengan protokol kesehatan.
"Sasarannya langsung kepada proses transaksi sehingga masyarakat itu langsung menerima manfaat dari transaksi," papar Heroe.
Menurut dia, masyarakat cenderung enggan berbelanja daring karena ongkos kirim yang mahal. Oleh karena itulah, pihaknya memberikan terobosan berupa cashback.
“Sejauh ini, program berbelanja secara daring di pasar tradisional juga menunjukkan tren yang cukup baik. Ada peningkatan 80 persen sejak aplikasi belanja online dibuka,” katanya.