Sleman, IDN Times - Untuk membantu perajin batik mengelola limbah batik, Dosen sekaligus Peneliti Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah mada (UGM), Dr Roto mengembangkan alat pengolah limbah batik yang mampu membuat air limbah yang dihasilkan memenuhi ambang baku normal.
Alat yang dikembangkannya bersama dengan Dr Fean D Sarian peneliti dari Kochi University Technologi Jepang dan Dr Ahmad Kusumaatmaja Departemen Fisika FMIPA UGM ini mampu menghancurkan limbah zat warna, khususnya limbah industri batik kecil dan menengah.
