Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Alasan Mengapa Kamu Merasa Gak Punya Kepribadian
ilustrasi wanita (pexels.com/Monstera Production)

Setiap orang pasti punya kepribadian. Apa yang kamu suka dan tidak suka, hobimu, karaktermu, bagaimana responsmu saat menghadapi peristiwa tertentu—semua digabung membentuk kepribadianmu. Sedekat-dekat atau semirip-miripnya karakter kita dengan seseorang, pasti ada yang menjadi pembeda. Dan itulah yang membuat setiap dari kita pribadi unik dan menyenangkan.

Orang yang merasa tidak punya kepribadian belum tentu sepenuhnya tidak punya kepribadian. Namun, kenapa gagasan ini bisa muncul? Saat kamu berpikir dirimu tidak punya kepribadian, bisa jadi dipicu oleh lima hal ini.

1.Sering dicap membosankan dan dilupakan orang

ilustrasi wanita (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Pendapat orang dapat mempengaruhi bagaimana kita memandang diri kita sendiri. Apabila kamu sering dicap sebagai orang yang membosankan, tidak asyik, monoton, maka lambat laun kamu pun akan percaya pada hal itu.

Padahal, apa itu kebenarannya? Jelas tidak. Orang dicap “membosankan” karena ia tidak punya pendirian. Ini waktunya untuk evaluasi diri: apa kamu tipe orang yang selalu ikut-ikutan demi menyenangkan orang? Bila iya, pantas orang menyebut kamu membosankan. Kamu perlu lebih berani untuk speak up tentang prinsipmu, walau itu berbeda dengan pendapat orang di sekitarmu.

2.Rendahnya rasa percaya diri

ilustrasi wanita (pexels.com/JESSICA TICOZZELLI)

Dikutip dari laman Psychology Today, rendahnya self-esteem dapat berdampak pada evaluasi negatif terhadap diri sendiri. Dengan kata lain, harga diri rendah membuatmu cenderung memandang negatif diri sendiri. Biasanya tipe orang seperti ini lebih self-critical dan sering memberi monolog negatif seperti, “Aku tidak berharga”, “aku tidak punya kepribadian”, “aku orang yang membosankan”.

Ini bisa menjadi alasan mengapa kamu merasa tidak memiliki kepribadian. Bukannya tidak ada, tapi kamu tidak cukup berani dan percaya diri untuk menunjukkan kepribadianmu yang sebenarnya.

3.Terbiasa memendam perasaan atau emosi

ilustrasi wanita (pexels.com/SHVETS Production)

Pernah mengalami sesuatu yang begitu menyakitkan hingga ingin menangis atau marah, tapi tidak dapat melakukannya karena satu dan lain hal? Akhirnya, kamu memilih untuk memendam dan berpura-pura seolah itu tidak terjadi.

Dikutip dari psyhc2go, sebuah kelompok penelitian yang dipimpin oleh Michaela Hibler-Ragger menemukan bahwa kepribadian kita ditentukan oleh emosi dasar kita. Dengan memendam emosi, secara tidak langsung kita memendam kepribadian kita sendiri.

4.Ingin menyenangkan hati orang

ilustrasi teman lama (pexels.com/Tim Douglas)

Ketika kamu keluar bareng doi dan dia nawarin kamu untuk coba makanannya, padahal kamu tidak suka menu makanannya. Namun sebab sungkan, alih-alih menolak, kamu memilih untuk tetap melakukan demi menyenangkan hati doi.

Salah satu orang dicap sebagai “tidak punya kepribadian” karena ia tidak menonjol dan tidak memiliki pendapat yang kuat. Setiap hal yang ia katakan atau lakukan berdasarkan persetujuan orang di sekitarnya.

Namun terkadang, ketakutan akan penolakan menghalangi kita untuk bersinar sebagai diri sendiri apa adanya. Jadi tak heran, kepribadian atau karaktermu yang sebenarnya tidak pernah kelihatan.

Tidak ada manusia yang tidak memiliki kepribadian. Kalau hari ini kamu masih merasa belum menjadi dirimu sendiri, bisa jadi itu karena kamu menekan dirimu terlalu keras hingga lupa cara untuk menjadi apa adanya. Padahal, setiap kita berhak untuk diterima dan dicintai apa adanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article