Yogyakarta, IDN Times -Wakil Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Gibran, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut Koalisi Indonesia Maju berusaha menang Pemilihan Presiden dalam satu putaran.
Yogyakarta, IDN Times -Wakil Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Gibran, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut Koalisi Indonesia Maju berusaha menang Pemilihan Presiden dalam satu putaran.
AHY menyebut pihaknya akan bekerja sekuat tenaga agar bisa memenangkan paslon nomor urut 02 Prabowo - Gibran satu putran. Namun, menurut AHY juga perlu mempersiapkan semua kemungkinan skenario dua putaran.
"Artinya kita juga harus sudah mulai menyusun strategi-strategi yang jelas, yang jelas koalisi Indonesia Maju ini masih tetap fokus bagaimana 14 Februari kita bisa menang besar, dan kalau bisa menang satu putaran," ungkap AHY seusai kampanye Partai Demokrat di GOR Kridosono, Jumat (19/1/2024).
Diketahui, Indikator Politik Indonesia merilis hasil surveinya elektoral capres-cawapres yang berlaga di Pemilu Presiden 2024 hari Kamis (18/1/2024). Berdasarkan hasil survei yang digelar pada 30 Desember 2023 - 6 Januari 2024, Prabowo Subianto menjadi calon presiden yang paling banyak dipilih bila pemilihan presiden diadakan saat ini. Elektabilitas Prabowo jauh meninggalkan dua capres lainnya yakni, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Prabowo memperoleh dukungan suara 41,4 persen. Sedangkan Anies Baswedan 23,2 persen, dan Ganjar Pranowo 20,6 persen. Sementara lainnya 1,3 persen, dan yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 13,4 persen.
Meski diungglkan, paslon yang diusung Koalisi Indonesia Maju yaitu Prabowo - Gibran, berdasar survei masih di bawah angka 50 persen.
Berdasarkan Pasal 416 Ayat (1) UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, syarat pemilu satu putaran ialah, pasangan calon terpilih adalah pasangan calon yang memperoleh suara lebih dari 50 persen (lima puluh persen) dari jumlah suara dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dengan sedikitnya 20 persen (dua puluh persen) suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari 1/2 (setengah) jumlah provinsi di Indonesia.