Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Geopark Night Specta 2026 Sinergikan Hasil Bumi dan Pariwisata

Geopark Night Specta 2026 Sinergikan Hasil Bumi dan Pariwisata
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih (kiri), saat pembukaan Geopark Night Specta ke-8. (Dok. Humas Pemkab Gunungkidul)
Intinya Sih
  • Geopark Night Specta 2026 di Embung Nglanggeran menggabungkan sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif untuk memperkuat peran petani sebagai penggerak utama hilirisasi perkebunan.
  • Gubernur DIY menekankan pentingnya pengelolaan berkelanjutan warisan alam Gunung Sewu UNESCO Global Geopark serta mengapresiasi peningkatan PAD Gunungkidul sebagai tanda pertumbuhan ekonomi daerah.
  • Dinas Pertanian DIY meluncurkan inovasi Kopi Darling guna memperluas pemasaran kopi lokal, disertai penghargaan bagi kelompok tani unggul dan berbagai acara budaya serta rekor MURI Senam Kreasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Gunungkidul, IDN Times - Geopark Night Specta (GNS) ke-8 dan Festival Cokelat ke-4 kembali digelar di kawasan Wisata Embung Nglanggeran pada Jumat-Sabtu (10-11/7/2026). Kegiatan tahunan tersebut menjadi upaya mengintegrasikan sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan GNS tahun ini kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara. Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mencerminkan hilirisasi sektor perkebunan dengan petani sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat.

"Kita ingin menunjukkan bahwa petani adalah ujung tombak hilirisasi perkebunan kita dalam semangat membangun kemandirian ekonomi," ujar Endah sembari mengutip filosofi gotong royong dari Deklarasi Ekonomi Bung Karno tahun 1963.

Promosikan warisan alam Gunung Sewu UNESCO Global Geopark

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyoroti pentingnya pengelolaan warisan alam Gunung Sewu UNESCO Global Geopark. Menurutnya, nilai warisan alam tidak hanya terletak pada keberadaannya, tetapi juga pada kemampuan mengelolanya menjadi sumber kesejahteraan yang berkelanjutan dengan berlandaskan filosofi Hamemayu Hayuning Bawono.

Gubernur juga mengapresiasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul yang telah melampaui target. Pencapaian tersebut dinilai menjadi indikator pertumbuhan ekonomi yang pesat di daerah tersebut.

Dukung petani kakao

Dinas Pertanian DIY turut meluncurkan inovasi Kopi Darling (Kopi Roda Dua Keliling) dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 20 unit armada disiapkan untuk memperluas pemasaran kopi lokal di DIY, termasuk Gunungkidul. Kunci armada kemudian diserahkan secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani dari Gunungkidul, Kulon Progo, dan Sleman.

Selain itu, panitia menyerahkan Piala Gubernur kepada para pemenang dua kategori lomba. Kelompok Tani Sidodadi dari Putat, Patuk, Gunungkidul meraih Juara I Lomba Kebun Kakao. Adapun Juara I Lomba Uji Mutu dan Cita Rasa Biji Kakao Fermentasi diraih Kelompok Tani Ngudi Raharjo 2 dari Bunder, Patuk, Gunungkidul.

Hadirkan beragam acara meriah

Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung juga dapat menikmati berbagai kegiatan yang telah disiapkan panitia. Rangkaian acara meliputi bazar UMKM, pertunjukan seni budaya, hingga upaya pemecahan rekor MURI melalui Senam Kreasi Penthul Tembem yang diikuti 1.500 peserta.

Puncak acara pada Sabtu (11/7/2026) malam akan menghadirkan Georkestra, pertunjukan orkestra gamelan yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.00-22.00 WIB. Penampilan tersebut akan dimeriahkan oleh Poy Jeconiah, Hendra Kumbara, Binacho Najar Migga Sadewa, Fanny Soegi, dan Bagus Faisal.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More