98 Mahasiswa UMY Terdampak Bencana Sumatra Terima Living Cost

- Penerima bantuan mayoritas dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP).
- Mahasiswa juga menerima beasiswa living cost sebesar Rp1.800.000 per semester atau Rp300 ribu per bulan selama enam bulan.
Bantul, IDN Times - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Lazismu UMY menyerahkan beasiswa living cost kepada 98 mahasiswanya yang terdampak bencana alam di Sumatra.
Manajer Operasional Eksekutif Lazismu UMY, Rozikan mengatakan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata UMY terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa di tengah situasi sulit.
“Berdasarkan SK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, ditetapkan sebanyak 77 mahasiswa sebagai penerima bantuan. Kemudian melalui Direktorat Kemahasiswaan, jumlah tersebut bertambah 21 mahasiswa, sehingga total penerima mencapai 98 mahasiswa,” jelasnya, Kamis (12/2/2026).
1. Mayoritas penerima bantuan dari FEB serta FSIP

Mayoritas penerima bantuan berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP). Rozikan menjelaskan bahwa terdapat dua skema bantuan yang diberikan. Pertama, potongan biaya pendidikan semester genap 2025/2026 dengan tiga kategori: 100 persen untuk mahasiswa terdampak berat, 50 persen untuk terdampak sedang, dan 25 persen untuk terdampak ringan.
Potongan biaya pendidikan ini bersumber dari dana UMY dan diberikan langsung melalui sistem pembayaran akademik (KRS), sehingga tidak disalurkan secara tunai. Selain itu, mahasiswa juga menerima beasiswa living cost sebesar Rp1.800.000 per semester atau Rp300 ribu per bulan selama enam bulan. Dana tersebut berasal dari donasi civitas academica UMY, termasuk dosen, fakultas, mahasiswa, komunitas, himpunan, dan UKM yang menyalurkan zakat serta infak melalui Lazismu UMY.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik, karena sumber dananya berasal dari zakat dan infak sivitas akademika UMY,” ujarnya.
2. Beasiswa living cost merupakan bagian dari visi UMY

Sementara itu, Wakil Kepala Kantor Lazismu UMY, Dr. Wahyu Manuhara menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari visi UMY yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan komitmen terhadap inklusi pendidikan.
“Ketika terjadi bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, UMY merasa terpanggil untuk berkontribusi. Bantuan ini memastikan keberlanjutan pendidikan mahasiswa tetap berjalan, karena pendidikan adalah jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
3. Bencana tidak menjadi penghalang mahasiswa untuk menyelesaikan studi

Menurutnya, ujian berupa bencana tidak seharusnya menjadi penghalang mahasiswa untuk menyelesaikan studi. Melalui program ini, UMY dan Lazismu berupaya mengurangi beban ekonomi mahasiswa dan keluarganya, sekaligus menjaga keberlangsungan kebutuhan hidup mahasiswa selama enam bulan ke depan.
Manuhara juga berharap mahasiswa penerima bantuan dapat semakin tangguh secara mental dan pribadi.
“Semoga bantuan ini tidak hanya meringankan beban finansial, tetapi juga membentuk ketangguhan mental. Ujian ini diharapkan justru menjadikan teman-teman lebih berdaya,” jelasnya.

















