Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Jaga Paru-Paru dari Debu di Musim Kemarau, Jangan Diremehkan!
ilustrasi polusi udara (magnific.com/jcomp)
  • Kemarau panjang dan kebakaran lahan di wilayah Jogja meningkatkan debu serta polutan, termasuk PM2.5 yang dapat masuk jauh ke paru-paru hingga aliran darah.
  • Masyarakat dianjurkan memantau kualitas udara, memakai masker saat udara kotor, serta menunda aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika polusi memburuk.
  • Jaga udara rumah tetap bersih, cukup minum, hindari asap rokok, dan segera periksa bila batuk menetap, sesak, napas berbunyi, atau demam berdahak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Musim kemarau di Jogja membuat jalan dan tanah kering, jadi debu beterbangan. Ada juga asap dari kebakaran lahan. Kita bisa cek udara sebelum keluar, pakai masker, dan jangan olahraga berat saat udara kotor. Rumah perlu dibersihkan dari debu. Minum air, jauhi asap rokok, dan pergi ke dokter kalau batuk atau sesak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemarau panjang bikin wilayah Jogja lama tak tersentuh air hujan. Udara panas menjadikan permukaan jalan dan tanah menjadi lebih kering sehingga debu lebih mudah beterbangan. Debu itu tampaknya sepele, padahal partikelnya bisa mengganggu saluran pernapasan.

Terlebih lagi, musim kemarau tahun ini dibarengi maraknya kebakaran lahan di sejumlah wilayah seperti Kulon Progo, Gunungkidul, sampai Bantul, yang membuat kualitas udara makin gak menentu. Biar sistem pernapasanmu tetap aman meski cuaca kering dan berdebu, lakukan 6 tips berikut ini!

1. Pantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah

Sebelum keluar rumah, coba cek dulu kondisi kualitas udara di sekitar tempat tinggalmu lewat aplikasi pemantau udara atau informasi dari BMKG. Kebiasaan ini penting karena musim kemarau bikin polutan lebih gampang menumpuk di atmosfer akibat pergerakan udara yang melambat.

Menurut keterangan RS Paru Respira Yogyakarta, salah satu polutan yang paling perlu diwaspadai adalah PM2.5, yakni partikel udara berukuran sangat kecil (2,5 mikrometer atau lebih kecil) yang bisa menembus jauh ke dalam paru-paru bahkan masuk ke aliran darah. Kalau hasil pantauan menunjukkan kualitas udara sedang buruk, sebaiknya kamu pertimbangkan buat menunda dulu aktivitas di luar ruangan.

2. Gunakan masker yang sesuai saat udara terasa kotor

ilustrasi pria memakai kacamata dan masker (unsplash.com/cal gao)

Jangan anggap masker hanya alat pelindung dari penyakit menular, ya! Kementerian Kesehatan RI secara khusus mengimbau masyarakat di wilayah terdampak asap kebakaran lahan untuk mengenakan masker ketika kualitas udara memburuk, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Dikutip Antara, Dokter spesialis paru dari Universitas Indonesia, dr. Feni Fitriani Taufik, mengingatkan kalau paparan debu bisa menurunkan daya tahan saluran napas dan memicu peradangan, sehingga tubuh jadi lebih gampang kena ISPA atau infeksi saluran pernapasan atas. Kalau kamu memang perlu keluar rumah, gunakan masker lalu usahakan kembali ke tempat yang udaranya lebih bersih.

3. Kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat udara memburuk

Olahraga di luar ruangan memang menyenangkan, apalagi olahraga lari sedang tren. Tapi, coba tunda dulu kalau kualitas udara sedang buruk. Soalnya, aktivitas fisik berat bikin napas kamu jadi lebih cepat dan lebih dalam, sehingga jumlah udara kotor yang masuk ke paru-paru justru makin banyak.

RS Paru Respira Yogyakarta menyarankan buat mengurangi atau memindahkan aktivitas berat ke tempat dengan kualitas udara yang lebih baik selama musim kemarau berlangsung. Kalau memang ingin tetap menggerakkan badan, pilih waktu atau lokasi yang udaranya relatif lebih bersih.

4. Jaga sirkulasi dan kebersihan udara di dalam rumah

ilustrasi pasangan yang gotong royong membersihkan rumah (pexels.com/RDNE Stock project)

Ternyata bukan cuma udara di luar rumah yang perlu diwaspadai. Udara di dalam ruangan juga bisa tercemar kalau ada aktivitas yang menghasilkan asap, misalnya membakar sampah di halaman atau menggunakan sumber pembakaran tanpa ventilasi memadai.

Rutin membersihkan karpet tebal dan gorden yang jarang dicuci juga penting, karena benda-benda itu gampang jadi sarang debu di dalam rumah. Saat tingkat polusi di luar sedang tinggi, kamu bisa sementara menutup ventilasi agar udara kotor gak gampang masuk, tapi pastikan tetap ada sirkulasi udara yang lancar begitu kondisi membaik.

5. Cukupi cairan tubuh dan jauhi asap rokok

Minum air putih yang cukup ternyata juga berperan dalam menjaga kesehatan pernapasan, sebab hidrasi yang baik dapat membantu menjaga kelembapan saluran napas biar gak gampang teriritasi debu. Selain itu, perbanyak makanan bergizi yang kaya antioksidan buat memperkuat daya tahan tubuh.

Satu hal yang gak kalah penting, hindari asap rokok baik dari diri sendiri maupun orang di sekitarmu. Asap rokok yang bercampur sama debu justru menciptakan efek yang jauh lebih beracun bagi saluran pernapasan, apalagi buat anak-anak yang sistem pernapasannya masih dalam tahap perkembangan.

6. Kenali gejala yang gak boleh diabaikan dan segera periksa ke dokter

ilustrasi sore throat, tenggorokan sakit, tenggorokan gatal, batuk (magnific.com/jcomp)

Paparan debu dan polusi bisa memicu keluhan ringan hingga memperberat penyakit paru yang sudah ada sebelumnya. Waspadai munculnya batuk yang menetap lebih dari dua minggu, sesak napas, napas berbunyi, sampai demam yang disertai batuk berdahak.

RS Paru Respira Yogyakarta mengingatkan supaya gejala-gejala itu gak dianggap remeh, apalagi kalau kondisinya makin memburuk atau sampai mengganggu aktivitas harian. Semakin cepat diperiksakan ke fasilitas kesehatan, semakin cepat juga penanganan yang bisa kamu dapatkan.

Itulah 6 tips menjaga kesehatan pernapasan di tengah debu dan polusi musim kemarau yang bisa kamu terapkan mulai sekarang. Jangan tunggu sampai batuk-batuk dulu baru peduli sama paru-parumu, soalnya efek debu itu bisa nyicil merusak saluran napas tanpa kamu sadari. Yuk mulai jaga kesehatan pernapasan dari hal-hal kecil di sekitarmu!

Curated For You

Editorial Team

Related Article