Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hati-Hati, 5 Faktor Ini Bisa Hambat Pertumbuhan Tanaman Hidroponik
Ilustrasi hidroponik. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Sistem tanam hidroponik adalah alternatif bercocok tanam yang efisien bagi pencinta tanaman dengan keterbatasan area tanah. Guna meminimalisir risiko kegagalan akibat kesalahan teknis yang sering dilakukan oleh pemula, penting untuk memahami faktor penghambatnya. Berikut lima poin utama yang perlu dihindari agar proses budidaya berjalan optimal.

1. Pencahayaan tidak cukup

ilustrasi hidroponik (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Kesalahan umum pertama yang harus dihindari saat berkebun hidroponik adalah tidak adanya sinar matahari yang cukup. Cahaya merupakan salah satu bahan utama yang dibutuhkan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. 

Selain itu, kamu perlu memperhatikan durasi paparan cahaya, kamu mengenali tanamanmu karena beberapa di antaranya justru membutuhkan tempat yang teduh dan minim paparan sinar matahari.

Jika tanamanmu membutuhkan cahaya matahari yang cukup intens, namun terkendala lokasi di luar ruangan, gunakan lampu khusus sebagai penggantinya. Jangan lupa tetap jaga intensitas serta durasi paparan cahaya yang dibutuhkan tanamanmu. 

2. Tidak memperhatikan jadwal tanam dan jenis tanaman

ilustrasi hidroponik (pexels.com/jatuphon)

Kesalahan selanjutnya adalah tidak memperhatikan jadwal tanam dan jenisnya. Setiap tanaman tentunya mempunyai waktu tanam, siklus pertumbuhan, kebutuhan nutrisi, dan kondisi lingkungan yang berbeda-beda untuk tumbuh optimal. Misalnya, menanam tanaman yang membutuhkan paparan sinar matahari di musim hujan, tentunya akan membuat perkembangan tanaman menjadi terhambat. 

Selain jadwal tanam, masalah lain bisa muncul bila kamu tidak memilih jenis tanaman yang sesuai dengan sistem hidroponik yang kamu pakai. Jika ingin sukses berkebun secara hidroponik, kamu perlu belajar tentang jadwal tanam dan kebutuhan tanaman yang ingin dibudidayakan.

3. Pemberian nutrisi tidak seimbang

ilustrasi hidroponik (freepik.com/wayhomestudio)

Kesalahan ketiga adalah pemberian nutrisi yang tidak seimbang. Dalam sistem hidroponik, larutan nutrisi menjadi hal vital karena semua elemen yang dibutuhkan oleh tanaman terkandung di dalamnya. Beberapa dampak yang mungkin muncul akibat malnutrisi adalah daun yang menguning hingga mati.

Untuk menghindarinya, gunakan alat EC (electrical conductivity), yaitu alat yang bekerja dengan cara memeriksa konsentrasi nutrisi dalam larutan serta membantu memastikan bahwa tanaman mendapatkan nutrisi yang seimbang. 

4. Mengabaikan level pH

ilustrasi Hidroponik (pexels.com/Jatuphon Buraphon)

Mengabaikan level pH larutan nutrisi, merupakan kesalahan selanjutnya. pH merupakan skala yang menentukan tingkat asam atau basa suatu larutan. Jika kamu tidak rajin memantau dan menyesuaikan pH secara rutin, misal pH yang terlalu rendah akan membuat larutan memiliki unsur logam berat yang berlebihan. Sebaliknya, jika pH terlalu tinggi menyebabkan berkurangnya unsur penting seperti zat besi atau magnesium. 

5. Tidak merawat tanaman

ilustrasi hidroponik (pexels.com/Jonathan Vincent)

Jika mempunyai tanaman jenis apapun, maka sangat diperlukan perawatan, meliputi pemangkasan, pemeriksaan kesehatan tanaman, dan pengendalian hama atau penyakit. Hal ini bisa meminimalkan tanaman kekurangan nutrisi atau stres. 

Jangan takut bereksperimenmencoba. Dengan terus belajar dari setiap proses, kamu akan menemukan dan memperbaiki keslaahan. Kuncinya terletak pada kemauan kuat untuk terus beradaptasi. Nikmati setiap tahapannya dan jangan berhenti bereksplorasi sampai kebun hidroponikmu membuahkan hasil terbaik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team