Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kesalahan Orangtua Menghadapi Anak yang Kidal, Bikin Rendah Diri

Kota Yogyakarta
5 Kesalahan Orangtua Menghadapi Anak yang Kidal, Bikin Rendah Diri
ilustrasi anak kidal (pexels.com/Yan Krukau)
Share Article

Cara orangtua dalam menghadapi anak yang dominan menggunakan tangan kiri, atau sering disebut kidal, dapat mempengaruhi pandangan anak terhadap diri mereka sendiri. Hal ini diperparah dengan pendapat umum bahwa tangan kanan diasosiasikan dengan hal baik sementara tangan kiri sering kali dianggap sebaliknya.

Padahal, banyak tokoh besar yang juga dikenal dominan menggunakan tangan kirinya. Dilansir The Guardian, tokoh terkenal yang juga kidal adalah Albert Einstein dan Diego Maradona. Yuk, kenali kesalahan orangtua saat menghadapi anak yang kidal berikut ini, sering sekali dilakukan!

  1. 1. Memaksa anak mengubah menjadi tangan kanan

    ilustrasi memaksa anak (pexels.com/Monstera)
    ilustrasi memaksa anak (pexels.com/Monstera)

    Memaksa anak untuk mengubah dominansi tangannya menjadi tangan kanan dapat mengakibatkan gangguan pada fungsi motorik anak. Dilansir Netmeds.com, otak yang menerima perintah untuk terus menerus menggunakan tangan yang tidak dominan, menyebabkan otak mengalami kebingungan dan tidak fokus.

    Ketidakfokusan tersebut dapat berdampak pada penurunan daya ingat anak, kelelahan, hingga kesulitan bicara.

  2. 2. Mengasosiasikan tangan kiri sebagai hal yang buruk

    pexels.com/cottonbro studio
    pexels.com/cottonbro studio

    Menghubungkan tangan kiri dengan hal yang negatif tentu akan mempengaruhi cara anak melihat dirinya sendiri. Saat anak diyakinkan bahwa tangan kiri itu tidak baik, dia akan mengasosiasikan bahwa dirinya juga tidak baik karena dominan menggunakan tangan kiri.

    Hal ini tentu akan mempengaruhi tingkat kepercayaan diri anak. Dan bukan tidak mungkin kelak akan membuatnya sulit beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

  3. 3. Mengabaikan perubahan sikap anak

    unsplash.com/Sander Sammy
    unsplash.com/Sander Sammy

    Orangtua kerap mengabaikan perubahan sikap anak yang tak biasa. Perubahan sikap anak yang tak biasa ini bisa saja disebabkan oleh perlakuan orang lain yang tidak menyenangkan. Contohnya diledek teman-teman karena sering menggunakan tangan kiri.

    Jika anak sudah merasa tidak nyaman dan perlakuan ini sampai ditahap mempengaruhi performanya di sekolah, orangtua perlu turun tangan memberikan dukungan kepada anak dan segera menghubungi pihak sekolah.

  4. 4. Menyerah mengajarkan anak

    pexels.com/Andrea Piacquadio
    pexels.com/Andrea Piacquadio

    Mengajarkan hal-hal sederhana kepada anak yang dominan menggunakan tangan kiri terkadang memiliki tantangan tersendiri bagi orangtua yang dominan menggunakan tangan kanan. Hal-hal sederhana seperti mengikat tali sepatu, mengancing baju atau bahkan mengajarkan anak menulis perlu effort yang lebih banyak.

    Orangtua perlu bersabar dan tidak menyerah mengajarkan anak agar mereka juga tumbuh menjadi anak-anak yang tidak gampang putus asa hanya karena mereka berbeda.

  5. 5. Menganggap kidal sebagai kelemahan

    pexels.com/100 files
    pexels.com/100 files

    Menganggap kidal sebagai kelemahan dapat menurunkan rasa percaya diri anak-anak. Hanya karena banyak peralatan disesuaikan untuk tangan kanan, bukan berarti dominan tangan kiri menjadi sebuah kesalahan. Kamu perlu membesarkan hati anak bahwa ada banyak tokoh di luar sana yang juga dominan menggunakan tangan kiri. Tapi hal itu tidak membuat mereka putus asa dan merasa lemah.

    Pemahaman negatif masyarakat terhadap tangan kidal sering kali membuat anak-anak yang dominan tangan kiri merasa ada yang salah dengan dirinya. Anak merasa bingung karena tak memahami penyebabnya memiliki dominansi tangan kiri. Akhirnya, ini bisa menciptakan rasa rendah diri pada anak.

    Anak-anak tidak memiliki pilihan dalam menentukan dominansi tangannya saat lahir. Sebisa mungkin orangtua tidak menyalahkan anak atas keistimewaan yang mereka miliki ini. Kamu perlu mendukung mereka dan memberi semangat bahwa mereka setara dengan orang lain. Tidak hanya itu saja, ajarkan dan tanamkan pula kepada anak-anak lain, bahwa tidak ada yang salah dengan orang yang dominan menggunakan tangan kiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More