Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

43 Orang di Sleman Diduga Keracunan Makanan Acara Pamitan Haji

43 Orang di Sleman Diduga Keracunan Makanan Acara Pamitan Haji
ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)
Intinya Sih
  • Sebanyak 43 warga Sleman mengalami gejala keracunan usai menghadiri acara pamitan haji di Tlogoadi, Mlati, dengan keluhan seperti sakit perut, diare, dan demam.
  • Seluruh pasien menjalani perawatan rawat jalan tanpa ada yang dirawat inap, setelah mendapatkan penanganan di Puskesmas Mlati II, Posko Toragan, dan RSA UGM.
  • Dinas Kesehatan Sleman menduga sumber keracunan berasal dari nasi boks berisi ayam bakar dan krecek yang terasa asam, serta telah mengirim sampel makanan ke Balai Labkesmas Yogyakarta untuk diuji.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sleman, IDN Times - Sebanyak 43 orang diduga mengalami gejala keracunan akibat mengonsumsi hidangan acara pamitan haji di Tlogoadi, Mlati, Sleman.

"Data hari ini sampai jam 15.00 WIB, ada 43 orang yang bergejala," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman Khamidah Yuliati, Senin (4/5/2026).

1. Keluhkan pusing hingga diare

Ilustrasi seorang pria mengalami gangguan pencernaan, sakit perut, mual, dan muntah akibat keracunan makanan.
ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)

Yuli menyebut peristiwa ini menimpa sejumlah warga yang menghadiri acara pamitan haji di Toragan RT 01, Tlogoadi, Mlati, Sleman, Minggu (3/5/2026). Beberapa mengeluh sakit perut, diare, pusing, panas dingin juga demam. Akhirnya dibawa ke Puskesmas Mlati II, Posko Toragan, RSA UGM, serta satu orang penanganan secara mandiri.

"Rawat jalan 43 orang dan rawat inap tidak ada," kata Yuli.

2. Cek laboratorium sampel makanan

ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)
ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)

Yuli mengungkap pemicu dugaan kasus keracunan, kemungkinan berasal dari makanan nasi boks, berisi nasi, ayam bakar, krecek, jeroan usus, telur rebus, pisang serta lalapan timun.

"Kondisi makanannya, krecek mulur, kecut (masam)," beber Yuli.

Pihaknya mengambil beberapa sampel makanan untuk diperiksa di Balai Labkesmas Yogyakarta. Sampel makanan yang diperiksa adalah ayam bakar, sambal goreng krecek dan jeroan.

"Selain itu feces seseorang yang diduga mengalami gejala keracunan berusia 28 tahun," imbuh Yuli.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More