Sleman, IDN Times - Sebanyak 24 pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang tergabung dalam U25 sepakat mendorong terciptanya Kampus Inklusif dan Bebas Kekerasan. Keputusan itu diambil dalam pertemuan Forum Rektor PTN-BH U25 atau U25 Leader Forum yang berlangsung di ruang Balai Senat UGM, Kamis (30/5/2026).
Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ova Emilia mengatakan, kampus tidak hanya berperan dalam mencetak lulusan yang unggul melalui pengembangan ilmu dan pendidikan, tetapi juga berperan dalam terwujudnya kesejahteraan manusia, kebaikan, dan inklusi sosial, termasuk di dalamnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, adil, dan bebas kekerasan. “Hal ini selaras dengan konsep human flourishing atau kesejahteraan manusia yang kini tengah diupayakan oleh UGM,” ujarnya.
Menurut Ova, UGM sudah melakukan langkah konkret untuk menciptakan kampus yang inklusif dan bebas kekerasan, seperti mengeluarkan Peraturan Rektor No. 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Kekerasan Seksual oleh Masyarakat Universitas Gadjah Mada dan membangun relasi yang sehat antara tiap elemen di UGM dengan mengeluarkan panduan Relasi Sehat. “Kita menyusun panduan untuk menjamin terciptanya relasi yang lebih sehat antara mahasiswa, tenaga kependidikan, dan dosen,” jelasnya.
