Madinah, IDN Times – Di bawah langit Madinah yang sedang terik-teriknya, menyentuh angka 40 derajat celsius pada Minggu (3/5/2026) siang, sebuah pemandangan menyentuh hati tersaji di Terminal Haji Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz. Di tengah ratusan jemaah yang bergegas mencari perlindungan dari sinar matahari, perhatian tertuju pada sosok rapuh bersahaja yang berjaket oranye membungkus batik biru khas jemaah asal Indonesia.
Sosok itu adalah Mbah Mardijiyono. Pada usianya yang telah menginjak 103 tahun, pria asal Piyungan, Bantul, DIY yang tergabung dalam Kloter 9 Embarkasi YIA (Yogyakarta) ini, membuktikan bahwa panggilan Allah tidak mengenal batas fisik dan usia. Kedatangannya di Kota Nabi menjadi kisah inspiratif bagi yang percaya pada kekuatan niat yang tulus.
