Comscore Tracker

Wakil Wali Kota Yogyakarta Umumkan Dirinya Positif COVID-19

Heroe mengumumkan kabar tersebut melalui akun Facebooknya

Yogyakarta, IDN Times - Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengumumkan dirinya positif terpapar COVID-19. Saat ini kondisinya tergolong baik sehingga bisa melanjutkan kerja dari rumah.

Baca Juga: Ditegur Mendagri, Pemda DIY: Insentif Nakes Sudah Dibayar

1. Diumumkan lewat Facebook

Kabar ini sendiri diketahui melalui akun Facebook Heroe Poerwadi. Akun tersebut mengumumkan Heroe yang juga Ketua Harian Satgas COVID-19 Kota Yogyakarta itu positif terpapar Corona, Senin (19/7/2021).

"Ijinkan kepada kesempatan ini saya menyampaikan bahwa saat ini saya positif, terpapar COVID-19," tulis akun tersebut.

2. Sedikit batuk, masih bisa WFH

Wakil Wali Kota Yogyakarta Umumkan Dirinya Positif COVID-19Ilustrasi corona. IDN Times/Mardya Shakti

Dituliskan dalam unggahan tersebut saat ini kondisi Heroe secara umum sehat. Cuma mengalami sedikit batuk.

"Kondisi secara umum sehat, hanya sedikit batuk dan sedikit riak. Saturasi 97. Masih bisa kerja WFH," lanjutnya.

"Mohon doanya, semoga bisa cepat pulih kembali. Tetap semangat, jaga kesehatan, terapkan prokes secara ketat. Tetap kompak, jaga kebersamaan. Mari kita saling menjaga, melindungi dan menyelematkan," tutup unggahan itu.

3. Mobilitas tinggi, isolasi mandiri

Wakil Wali Kota Yogyakarta Umumkan Dirinya Positif COVID-19Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Purwadi saat meninjau PKL di kawasan Malioboro. Instagram/pemkotjogja

Sementara Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Yogyakarta, Tri Hastono, membenarkan perihal kabar Heroe yang terpapar virus Corona ini.

"(Terkonfirmasi) tanggal 19, kemarin. Beliau kondisi baik-baik saja, pada umumnya baik-baik saja," ucap Tri saat dihubungi, Selasa (20/7/2021).

Tri menyebut saat ini Heroe tengah menjalani isolasi mandiri. Hanya saja ia belum bisa memastikan lokasi karantina di rumah pribadi atau rumah dinas.

Namun yang jelas, lanjut Tri, aktivitas Heroe belakangan memang sangat banyak. Mobilitasnya tergolong tinggi hingga cukup sulit mendeteksi dari mana yang bersangkutan terpapar virus tersebut.

"Dalam banyak acara, termasuk dalam koordinasi penanganan COVID-19 dan vaksin, artinya beliau berpotensi terpapar," pungkasnya.

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya