Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil menggelar aksi unjuk rasa di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Selasa (2/9/2026). (IDNTimes/Tunggul Damarjati)
Maul anggota Aliansi mahasiswa UPN 'Veteran' Yogyakarta sekaligus peserta aksi mengatakan, dirinya terekam dalam video yang diunggah Polda DIY. Saat itu salah seorang anggota tim medis dari peserta aksi dituding membawa semprotan merica dalam botol atau tabung oranye.
"Pada saat itu polisi mendatangi saya dengan keadaan berteriak bahwasanya dia (anggota tim medis) dituduh membawa sprayer yang berisi cairan merica, gitu," kata Maul di kawasan Bundaran UGM, Sleman, Kamis (3/9/2026).
Maul saat itu memberikan penjelasan bahwa botol oranye itu adalah milik tim medis massa aksi berisi cairan untuk membilas mata dan wajah korban semprotan merica.
"Karena pada saat itu saya mengerti bahwa ini adalah alat medis untuk menetralisir dari pepper spray tersebut, maka saya mengambil alat tersebut dan bilang ini punya medis. Namun sayangnya, pada postingan Polda DIY, suara dari video itu dikecilkan atau malah dihilangkan, gitu," kata Maul.
"Pada aslinya, terdapat video lanjutan bahwa saya membantu rekan-rekan yang terkena pepper spray dengan menggunakan alat ini, alat penetralisir dari pepper spray ini," sambungnya.