Penayangan spesial tersebut digelar setelah gala premiere pada Kamis (15/10/2026). Film ini mengajak penonton menyelami perjalanan Niken, perempuan yang berani meninggalkan kehidupan rumah tangga yang tidak sehat demi masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan kedua anaknya.
Tayang di Jogja, Film Beautiful Pain Angkat Perjuangan Single Mother
- Film Beautiful Pain menggelar penayangan spesial di Yogyakarta setelah gala premiere, mengisahkan Niken, ibu tunggal yang meninggalkan pernikahan toxic demi masa depan dirinya dan dua anaknya.
- Diperankan Raihaanun, Niken menghadapi keterbatasan ekonomi, pengkhianatan, pelecehan, dan stigma sosial saat mengejar karier akting serta mempertahankan reputasi dan kedekatan dengan anak-anaknya.
- Film produksi Dapur Film ini diproduseri Hanung Bramantyo, dengan Nikita Mirzani sebagai executive producer, disutradarai Dmaz Brodjonegoro, dan tayang serentak mulai 22 Oktober 2026.
Sleman, IDN Times – Film drama terbaru produksi Dapur Film, Beautiful Pain, menggelar penayangan spesial di Ambarrukmo XXI Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026). Film yang berkolaborasi dengan Nikita Mirzani dan Hanung Bramantyo ini mengangkat kisah perjuangan seorang ibu tunggal dalam membangun kembali kehidupannya setelah keluar dari pernikahan toxic.
1. Kisah Niken bangkit setelah meninggalkan pernikahan toxic
Film drama terbaru produksi Dapur Film, Beautiful Pain. (Dok. Istimewa) Dalam film Beautiful Pain, Raihaanun memerankan Niken, seorang ibu tunggal yang harus menata kembali kehidupannya setelah bercerai dari Dirga, karakter yang diperankan Baim Wong.
Keputusan untuk berpisah membuat Niken kehilangan kehidupan nyaman yang selama ini dijalaninya. Dia harus kembali tinggal bersama sang eyang, memenuhi kebutuhan kedua anaknya, sekaligus berjuang membangun kemandirian finansial.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, kesempatan berkarier di dunia akting menjadi pintu baru bagi Niken untuk menata masa depan. Namun, perjalanan itu tidak berjalan mulus.
Ketika mulai menemukan harapan, Niken justru dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari pengkhianatan, pelecehan, hingga stigma sosial. Berbagai tantangan tersebut mengancam karier, reputasi, dan hubungannya dengan anak-anaknya.
2. Cerita Niken menyentuh pengalaman penonton di Yogyakarta

Film drama terbaru produksi Dapur Film, Beautiful Pain. (Dok. Istimewa) Kisah Niken tidak hanya berbicara tentang perjuangan seorang ibu tunggal, tetapi juga keberanian untuk mengambil keputusan sulit demi kehidupan yang lebih baik. Cerita tersebut turut menyentuh penonton di Yogyakarta.
Salah seorang penonton, Shevi mengaku menemukan kedekatan emosional dengan perjalanan Niken karena tumbuh sebagai anak dari seorang ibu tunggal. “Aku gak nyangka bisa se-relate ini sama cerita Niken di filmnya. Sebagai seorang anak dari single mother, aku sekarang sadar betapa beraninya ibuku dulu untuk memutuskan pergi. Aku gak sabar untuk peluk ibu saat pulang nanti,” ungkap Shevi.
Pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana kisah dalam film dapat menjadi ruang refleksi bagi penonton untuk memahami kembali perjuangan orang-orang terdekat, khususnya ibu yang membesarkan anaknya seorang diri.
3. Kolaborasi Hanung Bramantyo dan Nikita Mirzani
Film drama terbaru produksi Dapur Film, Beautiful Pain. (Dok. Istimewa) Beautiful Pain diproduseri Hanung Bramantyo dan menandai debut Nikita Mirzani sebagai executive producer. Film ini disutradarai Dmaz Brodjonegoro dengan naskah yang ditulis bersama Titien Wattimena dan Hanung Bramantyo.
Selain Raihaanun dan Baim Wong, film ini turut dibintangi Jajang C. Noer, Tarra Budiman, Nikita Mirzani, Dimas Aditya, Siti Fauziah, Sha Ine Febriyanti, Anantya Kirana, dan Evano Zyan. Film Beautiful Pain dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai Kamis (22/10/2026).




















