Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Viral Piknik di Wisdom Park Dikenai Tarif, Ini Penjelasan UGM

Kota Yogyakarta
4 min read
Viral Piknik di Wisdom Park Dikenai Tarif, Ini Penjelasan UGM
Potret Wisdom Park UGM (IDN Times/Dyar Ayu)
  • Pengunjung mengaku diminta membayar Rp129.500 per jam saat piknik berkelompok di Wisdom Park UGM pada 11 Oktober 2026, lalu memilih meninggalkan lokasi.
  • UGM menegaskan tidak ada penarikan tarif Rp129.500 kepada pengunjung tersebut; petugas disebut hanya menyampaikan aturan penggunaan kawasan dan biaya untuk aktivitas tertentu.
  • Wisdom Park tetap gratis untuk olahraga terbuka, sementara penggunaan area atau fasilitas khusus di luar pembelajaran memerlukan izin dan tarif; UGM akan memperjelas informasi aturan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sleman, IDN Times - Pengunjung Wisdom Park Universitas Gadjah Mada (UGM) di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengaku diminta membayar saat berkumpul dan menggelar tikar untuk piknik santai di kawasan tersebut. Pengalaman ini menjadi sorotan setelah viral di media sosial.

Salah satu pengunjung sekaligus pengguna media sosial, Elraflukha, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (11/10/2026), bertepatan dengan kegiatan Sunday Morning (Sunmor). Saat itu, ia bersama teman-temannya berencana menghabiskan waktu dengan piknik santai di area Wisdom Park.

Menurutnya, petugas berseragam mendatangi kelompok pengunjung yang terlihat berkumpul dalam jumlah cukup banyak dan menggelar tikar. Ia menyebut rombongan lain yang melakukan kegiatan serupa juga didatangi petugas.

"Semua yang sekiranya agak bergerombol, agak banyak, dan gelar tikar semuanya didatangi," kata Elraflukha saat dihubungi, Selasa (13/10/2026).

  1. Diminta bayar Rp129.500 per jam

    Potret Wisdom Park UGM (IDN Times/Dyar Ayu)
    Potret Wisdom Park UGM (IDN Times/Dyar Ayu)

    Elraflukha mengaku sempat mencari informasi mengenai aturan penggunaan area Wisdom Park sekitar dua hingga tiga pekan sebelum kejadian. Saat itu, ia mendapat informasi bahwa pengunjung diperbolehkan duduk santai atau piknik tanpa biaya, selama tidak membawa bus rombongan besar.

    Berbekal informasi tersebut, ia dan teman-temannya akhirnya memutuskan menggelar acara piknik. Ia mengatakan rombongannya terdiri dari sejumlah alumni UGM dan mahasiswa yang ingin menghabiskan waktu bersama.

    Namun, saat berada di lokasi pada Minggu, kelompoknya didatangi petugas yang meminta mereka mengurus pembayaran melalui petugas administrasi di gedung olahraga (GOR).

    Nominal yang disebutkan, menurut Elraflukha, sebesar Rp129.500 per jam.

    "Aku ingat banget karena temanku agak aneh melihat angka Rp500 di belakangnya," ujarnya.

    Saat itu, Elraflukha belum langsung mendatangi bagian administrasi karena masih menjaga barang-barang milik teman-temannya. Sementara itu, anggota rombongan lainnya sedang membeli makanan di kawasan Sunmor.

    Setelah teman-temannya kembali dan mengetahui adanya permintaan pembayaran tersebut, mereka memutuskan meninggalkan lokasi. Menurut Elraflukha, rombongannya memilih mencari tempat lain untuk berkumpul daripada membayar biaya yang diminta.

  2. UGM Tegaskan tidak ada penarikan tarif Rp129.500

    Potret Wisdom Park UGM (IDN Times/Dyar Ayu)
    Potret Wisdom Park UGM (IDN Times/Dyar Ayu)

    Menanggapi keluhan yang ramai diperbincangkan di media sosial, UGM memberikan penjelasan mengenai tarif penggunaan area Wisdom Park. Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, mengatakan petugas saat itu hanya menyampaikan aturan penggunaan kawasan, termasuk ketentuan biaya untuk aktivitas tertentu.

    Ia menegaskan, pihak pengelola tidak memungut uang sebesar Rp129.500 kepada pengunjung yang mengeluhkan tarif tersebut, baik ketika kejadian berlangsung maupun setelahnya.

    "Pengelola tidak melakukan penarikan tarif tersebut kepada pihak yang bersangkutan, baik pada saat kejadian maupun setelahnya," kata Andi dalam keterangan resmi UGM, Kamis (15/10/2026).

    Andi menjelaskan, Wisdom Park telah dikembangkan sejak 2010 sebagai kawasan yang mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Area ini juga terbuka untuk dimanfaatkan sebagai ruang hijau bagi warga kampus maupun masyarakat umum yang ingin berolahraga atau berekreasi.

  3. UGM jelaskan aturan penggunaan Wisdom Park

    Taman Kearifan atau Wisdom Park UGM (IDNTimes/Febriana  Sinta)
    Taman Kearifan atau Wisdom Park UGM (IDNTimes/Febriana Sinta)

    UGM menyatakan bahwa penggunaan Wisdom Park mengacu pada tata tertib pengelolaan kawasan dan Peraturan Rektor UGM Nomor 4 Tahun 2026 tentang Standar Tarif UGM Residence. Berdasarkan ketentuan tersebut, kegiatan pembelajaran, praktikum, hingga latihan unit kegiatan mahasiswa (UKM) tidak dikenai biaya.

    Sementara itu, kegiatan di luar aktivitas pembelajaran yang memanfaatkan area atau fasilitas secara khusus harus mengikuti prosedur perizinan dan ketentuan tarif. Aktivitas olahraga di area terbuka Wisdom Park tetap gratis, sedangkan penggunaan GOR Kebangsaan dikenakan tarif sesuai aturan yang berlaku.

    Besaran biaya untuk kegiatan tertentu ditentukan berdasarkan jumlah peserta, lama penggunaan, jenis layanan, serta kategori pengguna, baik dari internal maupun eksternal UGM. Kegiatan yang mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) juga berpeluang memperoleh dispensasi sesuai pertimbangan pengelola.

    "Permohonan penggunaan area Wisdom Park dapat diajukan melalui surat kepada Manajer Utama UGM Residence atau dengan mengisi formulir penggunaan area yang tersedia di kantor GOR Kebangsaan Wisdom Park," ujar Andi.

    Untuk mencegah kesalahpahaman serupa, UGM berencana memperjelas informasi mengenai aturan pemanfaatan kawasan dan tarif melalui laman resmi Wisdom Park serta media sosial. Pembaruan informasi tersebut masih dalam proses pengerjaan.

    UGM juga menyampaikan bahwa kritik dan masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki transparansi informasi serta kualitas pelayanan. Dengan demikian, Wisdom Park diharapkan tetap menjadi ruang terbuka yang nyaman dan bermanfaat bagi warga kampus maupun masyarakat luas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More