Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Stok Hewan Kurban di Bantul Langka, Harga Melambung Tinggi

Stok Hewan Kurban di Bantul Langka, Harga Melambung Tinggi
ilustrasi hewan kurban (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)
Share Article

Bantul, IDN Times - ‎Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) berdampak serius untuk pemenuhan kebutuhan hewan korban di Kabupaten Bantul. Para pedagang hewan kurban mengaku sudah kehabisan stok, namun tak berani mendatangkan hewan kurban dari luar daerah karena takut membawa PMK.

1. Sebanyak 150 ekor sapi sudah laku terjual‎

ilustrasi sapi (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
ilustrasi sapi (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Salah satu pedagang hewan kurban di Kabupaten Bantul, Agus Sriyono, mengatakan dampak PMK menyebabkan harga hewan kurban melambung tinggi. Di sisi lain para pedagang hewan kurban kesulitan untuk mendapatkan dagangan. Mereka tidak berani mendatangkan hewan kurban dari luar daerah karena takut membawa bibit penyakit PMK.

"Sebanyak 150 ekor sapi untuk kurban sudah habis terjual sekitar satu pekan yang lalu. Saat ini tidak ada lagi stok hewan kurban khususnya sapi," ujarnya, Selasa (21/6/2022).

2. Harga sapi kurban melambung tinggi akibat PMK‎

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan ternak sapi. (IDN Times/Daruwaskita)
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan ternak sapi. (IDN Times/Daruwaskita)

Diakui Agus, harga hewan kurban khususnya sapi melonjak tajam dibandingkan tahun 2021. Harga sapi kurban pada 2021 lalu berkisar Rp22 juta per ekor. Kini, harganya sudah menyentuh hampir Rp 26 juta hingga Rp28 juta per ekor.

"Harganya naik tajam karena hewan kurban khususnya sapi di Bantul semakin langka. Ya, hukum ekonomi," ujarnya.

Agus mengaku meski harga hewan kurban sapi tinggi namun pedagang hewan kurban justru merugi karena tidak bisa menjual hewan kurban sapi dalam jumlah banyak karena tidak ada sapi kurban yang dijual.

"Kalau dulu, stok melimpah dapat laba sedikit-sedikit namun saat ini dapat laba banyak namun yang dijual hewan kurbannya sedikit karena stok hewan kurban khususnya sapi juga terbatas," ungkapnya.

"Tak beda dengan hewan kurban sapi, hewan kurban domba atau kambing juga sulit didapat. Kalau adapun harganya sudah melambung tinggi sekali," tambahnya lagi.

3. Sebanyak 1.400-an ternak di Bantul terpapar PMK‎

Ilustrasi ternak sapi. (IDN Times/Daruwaskita)
Ilustrasi ternak sapi. (IDN Times/Daruwaskita)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo, mengakui harga hewan kurban saat ini melambung tinggi sebagai dampak adanya wabah PMK.

"Ya memang harga hewan kurban saat ini melambung tinggi sebagai imbas wabah PMK," ujarnya.

Menurutnya hingga hari ini sudah lebih dari 1.400 ternak di Bantul terpapar PMK. Dari jumlah tersebut lima di antaranya mati. Selain itu, sampai hari ini juga belum ada vaksin PMK yang datang ke Bantul dari Pemerintah Pusat.

"Belum ada vaksin PMK dari pemerintah pusat yang sampai ke Bantul sampai hari ini," pungkasnya.‎

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More

BPBD Mulai Kirim Bantuan Air Bersih ke Rongkop, Gunungkidul

01 Jul 2026, 19:08 WIBNews