Libur Sekolah ke Jogja, Yuk Mampir di Slasar Malioboro

- Mobilitas penumpang di Stasiun Yogyakarta naik 21 persen saat libur sekolah, dan wisatawan kini bisa langsung menikmati kawasan Slasar Malioboro yang terletak di sisi stasiun.
- Slasar Malioboro dikelola KAI Properti sebagai ruang publik terintegrasi yang mendukung UMKM lokal, menghadirkan area kuliner, produk kreatif, serta tempat bersantai bagi pengunjung.
- KAI Properti menegaskan pengelolaan aset seperti Slasar Malioboro tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memberi manfaat sosial dan memperkuat ekosistem perkeretaapian.
Yogyakarta, IDN Times – Libur sekolah menjadi salah satu periode dengan lonjakan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mencatat mobilitas penumpang di Stasiun Yogyakarta meningkat hingga 21 persen per 26 Juni 2026 dibanding hari biasa.
Bagi wisatawan yang tiba menggunakan kereta api, perjalanan menikmati Kota Yogyakarta kini bisa dimulai sejak keluar dari stasiun melalui kawasan Slasar Malioboro. Berlokasi tepat di sisi stasiun, kawasan ini menawarkan beragam pilihan kuliner, produk UMKM, hingga area bersantai yang dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki. Lokasinya yang strategis membuat Slasar Malioboro menjadi pilihan tempat singgah sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di Kota Yogyakarta.
1. Jadi ruang publik sekaligus wadah bagi UMKM

Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Agus Juanedi mengatakan pengelolaan Slasar Malioboro merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan ruang publik yang nyaman sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Pengelolaan pun dibuat terintegrasi.
"Kami ingin menghadirkan kawasan yang tidak hanya nyaman untuk dikunjungi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga mampu menjadi ruang usaha yang memberikan kesempatan berkembang bagi para pelaku UMKM. Melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi, Slasar Malioboro diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang tertata," ujar Agus, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, kawasan tersebut dikelola secara terintegrasi agar aktivitas perdagangan, kuliner, dan pelayanan kepada pengunjung berlangsung lebih tertib. Di sisi lain, para pelaku UMKM juga mendapatkan ruang usaha yang lebih representatif.
2. Pengunjung bisa kuliner sambil menikmati suasana stasiun

Selain menjadi pusat kuliner dan belanja produk lokal, Slasar Malioboro menawarkan pengalaman berbeda. Pengunjung dapat bersantai di area terbuka sambil menyaksikan aktivitas kereta api yang datang dan berangkat dari Stasiun Yogyakarta.
Keunikan ini menjadikan Slasar Malioboro sebagai salah satu titik singgah favorit, baik bagi wisatawan yang baru tiba maupun penumpang yang masih menunggu jadwal keberangkatan kereta.
3. KAI Properti ingin pengelolaan aset memberi manfaat bagi masyarakat

Agus menilai optimalisasi aset tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga manfaat bagi masyarakat dan mendukung ekosistem perkeretaapian. Ia menyebut pengembangan akan terus dilakukan.
"Kami percaya bahwa aset yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat yang luas. Slasar Malioboro menjadi salah satu wujud bagaimana ruang usaha, aktivitas wisata, dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan berdampingan. Ke depan, KAI Properti akan terus menghadirkan pengelolaan aset yang adaptif, produktif, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan ekosistem perkeretaapian," tutupnya.


















