BPBD Mulai Kirim Bantuan Air Bersih ke Rongkop, Gunungkidul

- BPBD Gunungkidul menyalurkan total 40 ribu liter air bersih ke Padukuhan Kemesu, Rongkop, melalui dua tahap pengiriman pada 24 Juni dan 1 Juli 2026.
- Bantuan air bersih ditujukan bagi sekitar 300–400 warga yang kesulitan akses air karena layanan PDAM hanya beroperasi seminggu sekali di wilayah tersebut.
- Kekeringan tahunan di Rongkop disebabkan kondisi karst dan minimnya jaringan PDAM, sehingga warga bergantung pada tandon hujan dan distribusi air dari BPBD.
Gunungkidul, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengirimkan air bersih ke Padukuhan Kemesu, Kelurahan Semugih, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul, wilayah terdampak kekeringan di musim kemarau ini. Total air bersih yang didistribusikan mencapai 40 ribu liter.
1. Dua kali pengiriman sebanyak 40 ribu liter air bersih
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menuturkan, dropping air bersih ke Kemesu dilakukan sebanyak dua kali. Tahap pertama pengiriman air bersih dilaksanakan pada Rabu (24/6/2026). Delapan tangki atau setara 40 ribu liter air bersih telah disalurkan.
Sementara tahap kedua pada Rabu (1/7/2026) pagi hingga siang, BPBD kembali mebngirimkan air bersih di lokasi yang sama. "Didistribusikan di dua RT di sana," kata Purwono saat dihubungi hari ini.
2. Bantuan sasar ratusan warga
Purwono menjelaskan pengiriman masih menyasar lokasi yang sama lantaran kebutuhan air bersih masih menjadi kebutuhan. Layanan PDAM di wilayah tersebut hanya tersedia sepekan sekali.
"Bergilir satu minggu sekali," tutur Purwono.
Perkiraan BPBD, bantuan air bersih tahap pertama bisa memenuhi kebutuhan kurang lebih 300-400 jiwa untuk sekitar lima hari. Hasil monitoring menghasilkan upaya dropping tahap dua pada hari ini untuk memenuhi kebutuhan 239 jiwa.
3. Rongkop daerah langganan sulit air bersih
Purwono melanjutkan, selain layanan PDAM belum menjangkau secara optimal, karakteristik wilayah berupa daerah karst membuat Rongkop jadi salah satu kecamatan yang dilanda kekeringan tiap tahunnya.
Purwono menambahkan, warga biasanya hanya mengandalkan tandon penampung air hujan ketika musim penghujan. "Kita dropping di bak umum, terus masyarakat mengambil di bak penampungan tersebut," ujar Purwono.
BPBD mengimbau masyarakat supaya menggunakan air secara bijak. Purwono berpesan agar air bantuan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga, seperti memasak, minum, dan mencuci.



















