Soal Debat Serang Personal, Haedar Sarankan KPU Memperjelas Batasan
Yogyakarta, IDN Times - Ramai pendapat mengenai serangan terhadap personal pasca debat ketiga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Minggu (7/1/2024). Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir menyarankan agar KPU memastikan mana yang urusan personal, dan mana persoalan publik.
"Sebenarnya KPU perlu memastikan, mana sih yang publik mana yang personal," ungkap Haedar di Kantor PP Muhammadiyah, Jumat (12/1/2024).
1. Pentingnya memastikan ranah publik atau personal

Haedar menilai pentingnya memastikan apa yang menjadi ranah publik dan personal tersebut agar tidak ada tarik menarik kepentingan. "Supaya tidak menjadi tarik menarik kepentingan," ungkap Haedar.
Haedar melanjutkan tarik menarik pentingan tersebut, juga bisa menjadi tarik menarik isu hingga akhirnya muatan kepentingan. "Tarik menarik isu yang berjalan di tengah jalan yang akhirnya ada muatan kepentingan juga, kepentingan itu terjadi perselisihan soal publik," ujar Haedar.
2. Transparansi data pribadi dan publik

Haedar menegaskan KPU harus menjadi koridor yang memastikan wilayah personal pribadi dan tidak. "Bahkan ada hal-hal yang lebih ekstrem lagi, kalau untuk pemimpin negara, pemimpin republik memang harus transparan juga," ungkap Haedar.
Haedar mengungkapkan apa yang menjadi wilayah private yang berkaitan dengan urusan publik harus dilakukan dengan transparan. "Soal kepemilikan apapun, misal lahan kekayaan, apakah betul itu persoalan personal, apa itu bukan persoalan publik. Sebagaimana pejabat publik diminta melaporkan kekayaannya misalnya. Jadi itu yang perlu dipastikan oleh KPU," ungkapnya.
3. Jokowi minta jangan serang personal

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga menyoroti debat ketiga Pilpres. Jokowi mengaku tak melihat substansi visi, misi masing-masing calon presiden pada debat ketiga Capres 2024, di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu (7/1/2024). "Ya, yang pertama memang saya melihat substansi dari visinya malah tidak kelihatan," ujar Jokowi di Banten, Senin (8/1/2024).
Jokowi mengatakan, yang nampak pada debat ketiga Capres 2024 adalah saling serang antar capres. Namun, dia tak mempermasalahkan saling serang itu, asalkan menyoroti kebijakan apa yang akan dibuat. "Yang kelihatan justru saling menyerang, yang sebetulnya gak apa asal kebijakan, asal policy, asal visi, gak apa," kata dia.
Jokowi meminta agar debat capres itu tidak dilakukan saling serang pada personal. Sehingga, kurang mengedukasi masyarakat. "Kalau sudah menyerang personal, pribadi yang tidak ada hubungan dengan konteks debat tadi malam mengenai hubungan internasional, mengenai geopolitik, mengenai pertahanan dan lain-lain, saya kira kurang memberikan pendidikan, kurang mengedukasi masyarakat yang menonton, saya kira akan banyak yang kecewa," ucap dia.


















