Comscore Tracker

Patroli ke 3.098 Lokasi, Satgas Sleman Temukan Ribuan Pelanggaran PTKM

Ada tempat usaha yang terpaksa ditutup karena melanggar

Sleman, IDN Times - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman bersama dengan Satgas Kapanewon di wilayah Sleman terus melakukan patroli di masa pembatasan terbatas kegiatan masyarakat (PTKM).

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmaladewi, menjelaskan dari 3.098 lokasi yang disasar, ditemukan ribuan pelanggaran.

"Patroli tanggal 11 Januari 2021 hingga 29 Januari 2021, lokasi 3.098," ungkapnya pada Senin (1/2/2021).

Baca Juga: Hanya 3 Kapanewon di Sleman yang Oranye, Sisanya Zona Merah COVID-19

1. Pelanggaran terbanyak tidak pakai masker

Patroli ke 3.098 Lokasi, Satgas Sleman Temukan Ribuan Pelanggaran PTKMSatgas penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman saat melakukan patroli. Dok: istimewa

Shavitri mengungkapkan, pelanggaran terbanyak yang ditemukan yakni tidak memakai masker. Adapun untuk rincian pelanggaran tersebut meliputi 1.665 tidak memakai masker, 980 tidak jaga jarak, 642 kasus kurang sarana prasarana protokol COVID-19.

"Melanggar jam operasional 802 temuan," katanya.

2. Satu tempat usaha ditutup

Patroli ke 3.098 Lokasi, Satgas Sleman Temukan Ribuan Pelanggaran PTKMSatgas COVID-19 Kabupaten Sleman saat melakukan patroli. Dok: istimewa

Menurut Shavitri, dengan ditemukan pelanggaran tersebut, pihaknya juga memberikan sanksi. Dari mulai sosialisasi hingga penutupan tempat usaha.

Dia merinci, total yang diberikan sanksi sosialisasi ada sebanyak 2.687, teguran lisan 1.284, diberikan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) 60, pembubaran kerumunan 235 serta penutupan tempat usaha 1 kasus.

"(Ke depan) langkah masih sama, pemberlakuan Instruksi Bupati yang terakhir. Tapi lebih digiatkan," terangnya.

3. PTKM diharap bisa turunkan kasus

Patroli ke 3.098 Lokasi, Satgas Sleman Temukan Ribuan Pelanggaran PTKMKepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo. IDN Times/Siti Umaiyah

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, berharap penerapan PTKM bisa menurunkan kasus COVID-19 dengan cepat. Dia memperkirakan, jika tanpa PTKM, penambahan kasus yang tinggi di Sleman masih akan terjadi hingga akhir Februari.

"Tanpa PTKM kita prediksi penambahan kasus yang tinggi masih akan terjadi sampai akhir Februari. Dengan PTKM kita harapkan penurunan kasus bisa lebih cepat, itu pun kalau PTKM dapat dijalankan dengan ketat dan disiplin," paparnya.

Baca Juga: Keterisian Tempat Tidur Pasien Critical di Sleman di Atas 90 Persen  

Topic:

  • Siti Umaiyah
  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya