Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sikapi Kondisi Bangsa, Butet Berharap Ada Pisowanan Ageng Jilid II

Kota Yogyakarta
Sikapi Kondisi Bangsa, Butet Berharap Ada Pisowanan Ageng Jilid II
Gabungan elemen masyarakat menggelar aksi Jogja Memanggil, di Yogyakarta, Kamis (22/8/2024). Mereka menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur. (IDNTimes/Herlambang Jati)
  • Butet Kartaredjasa berharap Raja Keraton Yogyakarta menerima Pisowanan Agung jilid II, setelah jilid I berhasil membuat Rezim Orde Baru runtuh pada 1998.
  • Pisowanan Ageng sebelumnya terjadi pada 20 Mei 1998 di Alun-alun utara Yogyakarta, saat Sri Sultan Hamengku Buwono X mengeluarkan maklumat dan meminta seluruh lapisan masyarakat berkumpul.
  • Menurut Butet, kondisi saat ini bukan hanya masalah politisi dan partai, tapi seluruh rakyat Indonesia. Ia menegaskan bahwa negara tidak bisa hidup tanpa hukum dan konstitusi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Seniman dan budayawan, Butet Kartaredjasa mengharapkan Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima seluruh gerakan sipil, melakukan Pisowanan Agung jilid II. Pisowanan Agung jilid 1 dilakukan pada 1998, berhasil memberi dampak runtuhnya Rezim Orde Baru.

ā€œBahkan saya sangat mengharapkan kalau sampai ini DPR sampai memutuskan, ngotot tetap itu diputuskan, saya sangat mengharapkan Raja Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima seluruh gerakan sipil melakukan Pisowanan Agung jilid II, harus terwujud. Tahun 1998 Pisowanan Agung jilid I penguasa langsung rontok, nanti Pisowanan jilid II InsyaAllah penguasa rontok,ā€ ujar Butet, saat mengikuti aksi Jogja Memanggil, Kamis (22/8/2024).

Ā 

  1. 1. Pisowanan Ageng I dilakukan tahun 1998

    Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
    Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Diketahui Pisowanan Ageng sebelumnya dilakukan pada 1998. Peristiwa tersebut terjadi pada 20 Mei 1998, di Alun-alun utara Yogyakarta.

    Saat itu Sri Sultan Hamengku Buwono X mengeluarkan maklumat. Seluruh lapisan masyarakat dari mahasiswa hingga berbagai elemen masyarakat lainnya memenuhi Alun-alun Utara.

  2. 2. Kondisi saat ini jadi persoalan rakyat

    Seniman dan budayawan, Butet Kartaredjasa mengharapkan Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima seluruh gerakan sipil, melakukan Pisowanan Agung jilid II. (IDNTimes/Herlambang Jati)
    Seniman dan budayawan, Butet Kartaredjasa mengharapkan Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima seluruh gerakan sipil, melakukan Pisowanan Agung jilid II. (IDNTimes/Herlambang Jati)

    Kondisi saat ini menurut Butet, bukan lagi persoalan politisi, dan partai, tapi seluruh rakyat Indonesia. ā€œYang ditipu mentah-mentah, kita tidak bisa melihat dengan diam, ketika konstitusi tempat bersandar hidup bersama ini dirusak, demokrasi dirusak, hukum diporakporandakan,ā€ ungkap Butet.

    Ia menegaskan tidak mungkin negara ini hidup tanpa hukum. ā€œEnggak mungkin kita hidup tanpa hukum, gak mungkin kita di Indonesia hidup tanpa konstitusi, dan demokrasi,ā€ kata Butet.

  3. 3. Anulir keputusan MK, DPR disebut lakukan kejahatan

    Massa demo di gedung DPR RI saat berunjuk rasa soal RUU Pilkada pada Kamis (22/8/2024). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
    Massa demo di gedung DPR RI saat berunjuk rasa soal RUU Pilkada pada Kamis (22/8/2024). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

    Butet mengatakan yang dilakukan DPR dengan menganuir putusan MK, adalah suatu kejahatan. ā€œJadi jelas yang dilakukan oleh DPR kemarin bagi saya adalah suatu kejahatan yang terang benderang,ā€ ungkapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More