Gunungkidul, IDN Times - Rencana pemerintah untuk melakukan impor garam ditanggapi oleh petani garam di Kabupaten Gunungkidul. Petani merasa mereka mampu memproduksi garam namun sayangnya selama masa pandemik permintaan turun drastis.
Ketua kelompok petani garam Tirta Bahari, Winarto mengaku petani garam di Pantai Sepanjang selama masa pandemik tak lagi memproduksi garam karena permintaan pasar juga sepi. Hal ini berimbas kepada 24 anggotanya akhirnya memilih beralih profesi menjadi buruh bangunan.
"Permintaan garam sepi, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari beralih menjadi tukang batu," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (16/3/2021).
