Ilustrasi. dok. IDN Times
Diterangkan Heroe, pemicu tracing terhadap para pedagang Pasar Kranggan itu, yakni berawal dari informasi adanya pedagang ikan di Gunungkidul yang dinyatakan positif COVID-19 pada 30 Mei silam.
Kemudian diperoleh informasi bahwa pasien ini turut memasok ikan-ikan ke beberapa pasar di DI Yogyakarta. Salah satunya Pasar Kranggan. Selanjutnya, dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta langsung melakukan RDT terhadap para pedagang yang sempat berkontak dengan pasien asal Gunungkidul tersebut.
"Pedagang ikan semua. Jadi, kan karena yang membawa (virus) itu pedagang ikan dari Gunungkidul, terus ke Pasar Kranggan, Semarang, dan sebagainya, maka yang kita tracing yang berhubungan dengan pedagang itu. Di Jogja dia ke Pasar Kranggan, kalau Sleman ke Pasar Kolombo," papar Heroe yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta tersebut.
Heroe pun menegaskan belum akan menutup Pasar Kranggan. Karena, hasilnya baru reaktif.
"Akan kita tindaklanjuti seperti model Indogrosir. Begitu ada yang positif, kita tracing seluruhnya, hasilnya seperti apa. Kan gitu," tandasnya.