Rapid Test Nakes dan Pegawai Disperindag Sleman, 11 Orang Reaktif

Sleman, IDN Times - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman melakukan rapid test kepada tenaga kesehatan (nakes) yang sebelumnya bertugas memeriksa pengunjung Indogrosir di GOR Pangukan, Kamis (4/6).
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Sleman, dr. Novi Krisnaeni memaparkan bukan hanya bagi petugas kesehatan, pihaknya juga melakukan tes cepat kepada pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman.
1. Dari 300 orang, 11 dinyatakan reaktif

Menurut Novi, dari 300 petugas yang hari ini dites cepat, 11 di antaranya dinyatakan reaktif. Nantinya bagi petugas yang reaktif akan langsung didaftarkan swab test dan dikarantina di Asrama Haji.
"Bukan hanya petugas (kesehatan) GOR, tapi juga ada Disperindag. Validasi hari ini sudah rampung, dari 300 orang, yang reaktif ada 11. Detailnya masih belum selesai, baru jumlahnya," ungkapnya pada Kamis (4/6).
2. Petugas yang reaktif belum bisa bergabung untuk rapid test sampling di pasar

Novi memaparkan, bagi petugas kesehatan yang reaktif, untuk sementara belum bisa bergabung bersama petugas lain dalam agenda rapid test sampling di pasar yang sedianya akan diadakan pada 9 Juni mendatang. Pasalnya, petugas yang reaktif diharuskan untuk melakukan karantina.
"Petugas yang di Pangukan reaktif belum bisa bergabung di pasar," terangnya.
3. SDM petugas kesehatan masih memadai

Menurut Novi, meskipun ada beberapa petugas kesehatan yang reaktif saat rapid test hari ini, namun untuk jumlah SDM petugas kesehatan di bawah Dinkes Sleman sementara ini masih memadai. Novi juga menerangkan untuk sementara permintaan tes cepat di Kabupaten Sleman sendiri secara umum sudah terpenuhi semuanya. Tinggal rapid test di pasar tradisional saja.
"Kekurangan SDM tidak ada. Permintaan rapid test sementara sudah kita penuhi," pungkasnya.
















