Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sempat Ricuh, Aksi di Simpang Empat Gramedia Bertahan Selama 6 Jam

Kota Yogyakarta
Sempat Ricuh, Aksi di Simpang Empat Gramedia Bertahan Selama 6 Jam
Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta pada Selasa (1/9/2026), bubar setelah bertahan sekitar enam jam. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

  • Ratusan orang Aliansi Masyarakat Sipil berunjuk rasa di Simpang Empat Gramedia, Yogyakarta, selama sekitar enam jam pada Selasa, 1 September 2026.

  • Aksi sempat memanas saat warga meminta massa bubar karena penutupan jalan dinilai mengganggu aktivitas ekonomi; diskusi antara warga, massa, dan polisi berlangsung alot.

  • Massa akhirnya dikawal polisi menuju Bundaran UGM setelah didesak warga; simpang dibuka kembali sekitar pukul 22.20 WIB. Tuntutan mencakup pengusutan kematian Bambang Setiawan dan pemulihan bencana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta pada Selasa (1/9/2026), bubar setelah bertahan sekitar enam jam. Mereka meninggalkan lokasi aksi sekitar pukul 22.15 WIB.

  1. 1. Diwarnai ketegangan dengan warga

    Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta pada Sela
    Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta pada Selasa (1/9/2026), bubar setelah bertahan sekitar enam jam. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

    Sebelumnya, massa sempat terlibat ketegangan dengan sejumlah warga yang meminta mereka bubar sekitar pukul 19.00 WIB. Massa aksi mundur hingga depan Rumah Sakit Mata 'Dr Yap', Jalan Cik Di Tiro, Terban, Gondokusuman. Namun, massa kembali ke Simpang Empat Gramedia, selanjutnya memutuskan bertahan dan melanjutkan orasi.

    Sementara ratusan personel kepolisian terlihat berjaga di sekitaran Simpang Empat Gramedia untuk mengamankan jalannya aksi.

  2. 2. Diskusi alot antara warga, massa dan polisi

    Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta pada Sela
    Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta pada Selasa (1/9/2026), bubar setelah bertahan sekitar enam jam. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

    Sekitar pukul 20.30 WIB, situasi kembali memanas. Warga kembali meminta massa aksi bubar karena mengganggu aktivitas perekonomian yang menutup jalan protokol.

    Massa aksi, warga dan polisi akhirnya terlibat diskusi alot cukup lama. Warga terus meminta bubar, tapi massa bersikeras bertahan. Massa aksi menyatakan bersedia bubar apabila warga meninggalkan lokasi aksi.

  3. 3. Ditekan mundur massa bubar

    Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil menggelar aksi unjuk rasa di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Te
    Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil menggelar aksi unjuk rasa di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Selasa (1/9/2026). (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

    Sekitar pukul 22.00 WIB, warga menekan massa aksi ke arah utara atau Jalan Cik Di Tiro. Namun Ketegangan belum mereda hingga akhirnya polisi mengawal massa kembali ke arah Bundaran UGM.

    Di saat bersamaan, petugas membuat barikade untuk menghalangi warga bergerak ke arah massa aksi. Kurang lebih pukul 22.20 WIB, Simpang Empat Gramedia dibuka kembali untuk kendaraan bermotor.

    Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil menggelar aksi unjuk rasa di Simpang Empat Gramedia, mulai pukul 16.00 WIB. Mereka menyuarakan sejumlah tuntutan tentang pengusutan kasus kematian Bambang Setiawan, penjual cermin yang tewas dalam kericuhan di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, 27 Agustus 2026 hingga mempertanyakan keseriusan pemerintahan dalam pemulihan bencana Aceh dan Sumatra, gempa bumi NTT serta kebakaran hutan lahan (karhutla).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More