Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sejumlah Relawan Ganjar-Mahfud Alihkan Dukungan ke Prabowo-Gibran
Relawan Ganjar yang alihkan dukungan ke Prabowo. (Dok. Istimewa)

Yogyakarta, IDN Times - Sebanyak 50 orang perwakilan relawan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD bersepakat untuk mencabut dukungan terhadap pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 3 tersebut. Relawan Ganjar-Mahfud ini mengalihkan dukungan kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Relawan yang mengalihkan dukungan tersebut terdiri aktivis Pemuda Demokrat, Pemuda Marhein. Selain itu juga dari alumni GMNI dan GSNI dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul dan Sleman. Para relawan ini kemudian membentuk Milisi Jokowi Yogyakarta.

1. Alasan relawan alihkan dukungan

Prabowo Subianto saat menyapa ribuan pendukungnya di Kota Pekanbaru (IDN Times/ Fanny Rizano)

Usai mengalihkan dukungannya ke Prabowo-Gibran, relawan Milisi Jokowi Yogyakarta ini pun menggelar Rapat Koordinasi Kaum Nasionalis Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Komjen Pol (Purn) Condro Kirono, beberapa waktu lalu.

Koordinator Milisi Jokowi Yogyakarta, Herry Kezer, menyatakan bahwa alasan beralihnya pilihan dari paslon nomor urut 3 ke paslon nomor urut 2 ini didasarkan oleh beberapa alasan. Salah satu alasan kuatnya, lanjut Herry setelah melihat hasil debat putaran ketiga yang digelar Minggu (7/1/2024) lalu. Herry menilai Ganjar Pranowo telah berubah karakternya.

"Ganjar awalnya terlihat sebagai sosok figur intelektual yang memiliki gagasan besar tentang masa depan Indonesia. Namun dalam debat ketiga kemarin, Ganjar justru berubah menjadi sosok figur yang mudah terpengaruh dan gampang terprovokasi oleh manuver paslon nomor 1 Anies Baswedan," terang Herry.

Herry menilai karena terprovokasi ini justru mengaburkan subtansi perdebatan yang konstruktif. Ganjar, sambung Herry terkesan telah menjadi bagian propaganda Anies Baswedan untuk menjatuhkan kredibilitas pemerintahan Jokowi.

"Ganjar akan menjadi sosok yang sangat dikhawatirkan untuk memimpin bangsa ini. Kita bisa membayangkan memiliki seorang presiden yang gampang terpengaruh dan diprovokasi untuk melakukan hal-hal yang akan membuat gaduh dan memecah-belah," terang Herry.

2. Bentuk Milisi Jokowi Yogyakarta

Relawan Ganjar yang alihkan dukungan ke Prabowo. (Dok. Istimewa)

Di depan Wakil Ketua TKN Komjen Pol (Purn) Condro Kirono, Herry bersama para aktivis nasionalis Yogyakarta ini menyampaikan bahwa telah membentuk organ Milisi Jokowi Yogyakarta. 

Milisi Jokowi Yogyakarta, imbuh Herry akan mengawal program-program Jokowi yang harus terus dilanjutkan sebagai komitmen terhadap ajaran-ajaran Bung Karno. Herry mengungkapkan paslon yang dinilai dapat melanjutkan program Jokowi adalah pasangan Prabowo-Gibran.

Terkait Milisi Jokowi Yogyakarta Herry menegaskan pihaknya akan menyatukan komitmen bersama dalam acara rapat besar yang akan dihadiri 5 ribu anggota dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kulon Progo, Sleman dan Gunungkidul.

"Bentuknya masih dirapatkan oleh tim kecil, mau bentuknya deklarasi atau kegiatan yang lain, tapi intinya bahwa rapat besar ini sebagai komitmen pengalihan dukungan para relawan Ganjar ini untuk bersikap dalam hajatan Pilpres 2024," ucap Herry.

Pihaknya berkomitmen untuk memenangkan Prabowo-Gibran dalam satu putaran. "Biar anggaran pemilu bisa lebih irit dan dapat digunakan untuk kesejahteraan rakyat," imbuh Herry.

3. Kekecewaan terhadap Ganjar

Relawan Ganjar yang alihkan dukungan ke Prabowo. (Dok. Istimewa)

Sementara itu aktivis GMNI Yogyakarta, Arie Yanitra, yang hadir di acara itu juga sependapat dengan Herry. Arie menyayangkan perubahan karakter Ganjar. Arie menilai semakin mendekati Pilpres, Ganjar tidak semakin perform tapi justru semakin norak dan sama sekali tidak mendewasakan.

"Kami generasi nasionalis rasional yang tentu saja harus obyektif melihat perkembangan para capres. Kami tidak membabi buta dalam menentukan pilihan. Jika Ganjar memang tidak berkualitas, pasti kami akan mengalihkan dukungan meskipun kami sudah berjuang lama bersama Ganjar," urai Arie.

Editorial Team

Related Article