Paskibraka masa kini gak cuma soal baris-berbaris dan mengibarkan bendera. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Paskibraka, pembentukan Paskibraka ditegaskan bukan hanya untuk menjalankan tugas mengibarkan dan menurunkan bendera pusaka, tetapi juga sebagai program kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berjiwa Pancasila.
Makanya gak heran kalau proses seleksinya sekarang jauh lebih ketat dan panjang. Pembinaan dalam pendidikan dan pelatihan mencakup pembelajaran aktif ideologi Pancasila, penguatan wawasan kebangsaan, pelatihan kepemimpinan, latihan baris-berbaris, hingga pengasuhan untuk membentuk generasi yang tangguh dan mandiri. Dari lima pemuda di halaman Gedung Agung Jogja pada 1946, kini Paskibraka sudah berkembang jadi simbol nasional yang diperebutkan ribuan pelajar se-Indonesia setiap tahunnya.
Itulah perjalanan panjang sejarah Paskibraka, mulai dari halaman Gedung Agung Jogja di tahun 1946 sampai jadi program kaderisasi nasional seperti sekarang. Jadi, tiap kali kamu lihat barisan Paskibraka mengibarkan bendera di layar TV, coba deh ingat lagi kalau semua itu berawal dari lima pemuda dan satu momen bersejarah di Jogja. Yuk, share artikel ini biar makin banyak yang tahu kalau Jogja punya andil besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia!