Rapid test WN India di Sleman. (IDN Times/Istimewa)
Seperti diketahui, belasan warga India ini sebelumnya tinggal di Masjid Jami' Al-Ittihad kepunyaan Dusun Kocoran, Caturtunggal, Depok, Sleman, sedari pertengahan Maret 2020.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, sewaktu sembilan WN India mendapat hasil reaktif saat menjalani rapid test, Rabu (22/4) kemarin, pihaknya lantas melakukan tracing.
Ada 14 orang yang kemudian harus menjalani RDT. Mereka adalah para takmir Masjid Jami' Al-Ittihad dan para warga yang kerap menunaikan ibadah di sana. Di mana seperti diberitakan sebelumnya, enam di antaranya reaktif.
"Yang reaktif tersebut dilanjut tracingnya (mengarah) antara lain translator WNA yang tinggal di Cangkringan. Istri dan anaknya ternyata juga reaktif," kata Joko, Sabtu (25/4).