Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[UPDATE] 26 April, WN India yang Positif COVID-19 di DIY Bertambah 3

[UPDATE] 26 April, WN India yang Positif COVID-19 di DIY Bertambah 3
Update data pasien COVID-19 di DIY, 26 April 2020. Twitter.com/humas_jogja
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengumumkan tiga kasus baru pasien positif virus corona (COVID-19), Minggu (26/4).

Ketiga pasien baru ini semuanya adalah Warga Negara India di Sleman yang sebulan lamanya sempat tinggal di sebuah masjid kepunyaan Dusun Kocoran, Caturtunggal, Depok.

"Sehingga jumlah kasus positif COVID-19 di DIY adalah 82 kasus," kata Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih dalam keterangannya, Minggu.

1. Bagian dari kelompok reaktif

Rapid test WN India di Sleman. (IDN Times/Istimewa)
Rapid test WN India di Sleman. (IDN Times/Istimewa)

Berty melanjutkan, ketiga pasien yang dikategorikan sebagai kasus 82, 83, dan 84 ini semuanya adalah Warga Negara India dan seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.

Pasien kasus 82, berumur 46 tahun, kasus 83 berusia 36 tahun, dan kasus 84, umurnya 31 tahun.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DIY itu juga memastikan bahwa ketiganya adalah bagian dari sembilan WN India yang mendapat hasil reaktif via rapid diagnostic test (RDT) atau rapid test, Selasa (21/4).

Sabtu tanggal 25 Agustus 2020 kemarin, salah seorang dari sembilan WN India itu terlebih dahulu diumumkan positif. "Total 9 sudah keluar (hasil uji swab), 4 positif, 5 negatif," terang Berty.

2. Cuma alami flu

Gubernur DIY Sultan HB X meninjau RSPAU Hardjolukito/Humas Pemda DIY
Gubernur DIY Sultan HB X meninjau RSPAU Hardjolukito/Humas Pemda DIY

Berty mengatakan, bagaimanapun kesembilan orang ini masih berada dalam satu lokasi rumah sakit, yakni RSPAU dr S Hardjolukito. Belum sempat dipisah karena masih harus dilakukan koordinasi untuk pemindahannya.

Di satu sisi, Berty memastikan kondisi keempat WNA positif COVID-19 itu dalam keadaan stabil.

"Kondisi kesehatan baik, hampir tidak ada gejala kecuali seperti sakit flu," jelas Berty.

3. Koordinasi dengan Kemenkes dan Kedubes India

Ilustrasi tenaga medis mengenakan APD untuk menangani pasien virus corona. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Ilustrasi tenaga medis mengenakan APD untuk menangani pasien virus corona. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menyebut, pihaknya sejauh ini masih mencarikan tempat untuk kelima orang WN India yang dinyatakan negatif tadi.

"Baru dicarikan tempat untuk isolasi mandiri atau shelter tapi belum dapat," kata Joko saat dikontak.

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa penanganan, termasuk pembiayaan pengobatan para WN India ini sekarang ini masih terus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.

"Sedang dikoordinasikan Dinkes DIY dengan Kemenkes dan Kedubes India di Jakarta," tandasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tunggul Damarjati
EditorTunggul Damarjati

Latest News Jogja

See More

Garuda Institute Minta Pemerintah Evaluasi BGN, Ini 7 Rekomendasinya

27 Jun 2026, 18:51 WIBNews