Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

RSUD Bantul Rawat 2 Pasien Kategori ODP Virus Corona

RSUD Bantul Rawat 2 Pasien Kategori ODP Virus Corona
RSUD Penembahan Senopati Bantul salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 yang penuh. (IDN Times/Daruwaskita)
Share Article

Bantul, IDN Times - ‎Dinas Kesehatan Bantul memastikan ada 2 warga Bantul yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19‎ atau virus corona. Kedua warga tersebut tengah menjalani isolasi di RSUD Panembahan Senopati Bantul.

1. Kedua pasien yang dirawat masuk kategori ODP Covid-19‎

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja. IDN Times/Daruwaskita
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja. IDN Times/Daruwaskita

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja mengatakan dalam penularan virus corona ada empat kategori. Yakni, Orang Dalam Pemantauan yaitu orang yang datang dari pandemik Covid-19 namun belum ada gejala, Orang Dalam Pengawasan yakni orang yang sudah dalam perawatan di rumah sakit, Pasien Suspect yang belum terkonfirmasi laboratorium, dan terakhir kategori Positif Covid-19.‎

"Jadi 2 orang yang dirawat di RSUD Panembahan Senopati baru dalam kategori Orang Dalam Pemantauan," ucapnya, Kamis (5/3).‎

"Yang jelas pasien yang dirawat Sardjito maupun RSUD Panembahan Senopati Bantul sampai hari ini masih negatif," terangnya lagi.

2. Pasien dalam katogeri ODP Covid-19 akan dijemput oleh petugas medis‎

Ilustrasi mobil ambulance untuk menjemput pasien ODP Covid-19. IDN Times/Daruwaskita
Ilustrasi mobil ambulance untuk menjemput pasien ODP Covid-19. IDN Times/Daruwaskita

Agus mengatakan, sesuai dengan koordinasi dengan pemerintah provinsi, pihak RSUD Panembahan Senopati, dan instansi terkait, penjemputan dilakukan terhadap pasien ODP jika pasien mengalami gejala-gejala, demam, batuk, dan flu serta tenggorokan sakit serta baru saja datang dari daerah pandemik Covid-19.‎

"Kita akan jemput dengan armada milik RS PKU Bantul, RS Hardjolukito dan RSUD Panembahan Senopati Bantul serta armada PSC 119," ujarnya.‎

Lebih jauh, Agus mengatakan selama perawatan di rumah sakit, pasien akan dijamin sesuai dengan mekanisme yang ada di Kabupaten Bantul.

"Yang pasti jika pasien sudah dirawat maka akan kita gratiskan," tuturnya.

3. RSUD Panembahan Senopati kekurangan stok Alat Pelindung Diri‎

Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, dr. I Wayan Marthana (kiri). IDN Times/Daruwaskita
Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, dr. I Wayan Marthana (kiri). IDN Times/Daruwaskita

Sementara, Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, dr I Wayan Marthana mengatakan pihaknya masih menunggu pengiriman Alat Pelindung Diri (APD) dari pihak penyedia APD resmi dan dari Kemenkes. Permintaan APD tersebut sudah diajukan sejak 1 bulan yang lalu. Namun, adanya outbreak di Taiwan dan negara lain membuat stok APD sulit didapatkan.

"Kami sudah mencoba melakukan pengadaan APD dengan penyedia APD resmi namun stoknya memang lagi kosong," ujarnya.

APD yang dimiliki RSUD Panembahan Senopati Bantul sendiri hanya memiliki stok 20 baju hazmat, 50 pelindung wajah, dan 200 masker N95.

"Jadi memang masalah dari 100 rumah sakit rujukan hampir sama, yakni kekurangan stok APD," ucapnya.

Sementara untuk ruang isolasi yang ada di RSUD hanya ada 2 yang bertekanan negatif yang sesuai standar sedangkan lain masih bisa juga difungsikan sebagai ruang isolasi mana kala terjadi outbreak.

"Kita tidak pengin ada outbreak, namun jika outbreak maka ruangan lain bisa dijadikan ruang isolasi meski tidak standar. Namun demikian rujukan utama Covid-19 adalah RSUP dr Sardjito," terangnya.

4. Dua pasien ODP Covid-19 sudah jalani perawatan di ruang isolasi‎

Ruang isolasi RSUD Panembahan Senopati Bantul. IDN Times/Daruwaskita
Ruang isolasi RSUD Panembahan Senopati Bantul. IDN Times/Daruwaskita

Lebih jauh Wayan juga memastikan RSUD Panembahan Senopati Bantul menerima dua pasien kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang sedang menjalani perawatan di ruang isolasi.

"Jadi setelah ada pasien yang dirawat maka kewajiban Dinas Kesehatan akan mencari siapa saja yang melakukan kontak dengan 2 pasien tersebut untuk dipantau kesehatannya," tambah Wayan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hironymus Daruwaskita
Paulus Risang
Hironymus Daruwaskita
EditorHironymus Daruwaskita

Latest News Jogja

See More

Garuda Institute Minta Pemerintah Evaluasi BGN, Ini 7 Rekomendasinya

27 Jun 2026, 18:51 WIBNews