Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

RSUP Dr Sardjito Kembali Isolasi Pasien dengan Gejala Mirip Corona

RSUP Dr Sardjito Kembali Isolasi Pasien dengan Gejala Mirip Corona
Ilustrasi penanganan virus corona di RSUD Dr Moewardi, Solo (IDN Times/Larasati Rey)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Seorang warga negara asing asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pasien yang diketahui berjenis kelamin laki-laki itu ditempatkan di ruang isolasi lantaran mengalami gejala penyakit mirip infeksi virus corona (COVID-19).

1. Sempat demam dan infeksi paru

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setiyaningastutie (tengah). IDN Times/Tunggul Damarjati
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setiyaningastutie (tengah). IDN Times/Tunggul Damarjati

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Paru RSUP Dr Sardjito, Ika Trisnawati menerangkan, pasien tersebut sebelumnya mengalami demam. Akan tetapi, sudah mulai turun suhu tubuhnya.

"Begitu masuk ke RSUP Dr Sardjito, demamnya turun," kata Ika saat sesi jumpa pers Masalah Corona di Gedhong Pracimasana, Kantor Gubernur DIY, Komplek Kepatihan, Kota Yogyakarta, Kamis (5/3).

Pasien itu kini masih diobservasi di ruang isolasi lantaran didiagnosis mengalami infeksi paru, meski ringan.

"Kita tetap waspada, begitu teridentifikasi ada (infeksi) di paru, kita harus kewaspadaan tinggi. Tetapi, kalau di paru bersih bisa dipantau di rumah, tidak harus dirawat inap," sambung dia.

2. Pasien dalam kondisi stabil

Simulasi penanganan pasien virus corona di RSUP dr Kariadi Semarang. ANTARA FOTO/Aji Styawan
Simulasi penanganan pasien virus corona di RSUP dr Kariadi Semarang. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Dalam hal ini, Ika menjaga kerahasiaan identitas pasien. Dia tak menyebut kapan pasien itu datang dan ada kepentingan apa berada di Indonesia.

Intinya, pasien itu kini kondisinya mulai stabil. Dan untuk memastikan apa yang dialami WNA tersebut, hasil pemeriksaan laboratiorium kini telah dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes). Apakah dia terjangkiti COVID-19 atau bukan.

"Sesegera mungkin hasilnya keluar, jika negatif (COVID-19), kondisinya bagus, akan kita koordinasikan dengan Dinas Kesehatan, KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan), Kedutaan Jepang untuk membantu pemulangan pasien," jelas Ika.

3. Tangani dua pasien diduga corona

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setiyaningastutie (tengah). IDN Times/Tunggul Damarjati
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setiyaningastutie (tengah). IDN Times/Tunggul Damarjati

Turut dibeberkan Ika dalam momen itu bahwa sampai sekarang, pihaknya tengah menangani dua orang pasien yang mengalami gejala mirip corona. Salah satunya adalah WNA asal Jepang tadi.

Sementara, yang satunya adalah pasien lanjut usia rujukan RSUD Kota Yogyakarta yang dibawa ke RSUP Dr Sardjito, Senin (2/3) lalu.

Pasien lansia itu sendiri diketahui belum lama ini baru saja kembali Indonesia pasca menunaikan ibadah umrah. Sepulangnya dari Arab Saudi, dia sempat mengalami batuk, pilek, demam, dan sesak nafas.

Namun, Ika menegaskan jika kondisi pasien itu juga sudah stabil sejak Selasa (3/3) kemarin. Hasil pemeriksaan laboratorium juga sudah dikirimkan ke Litbangkes.

"Sebenarnya tidak indikasi untuk virus. Tetapi, lebih mungkin ke infeksi paru akibat bakteri," tandasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More

Garuda Institute Minta Pemerintah Evaluasi BGN, Ini 7 Rekomendasinya

27 Jun 2026, 18:51 WIBNews