Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rayakan 20 Tahun, JAFF 2025 Sentil Kondisi Arsip Film Indonesia

Kota Yogyakarta
Rayakan 20 Tahun, JAFF 2025 Sentil Kondisi Arsip Film Indonesia
Pembukaan JAFF 2025 di GIK UGM. (IDN Times/Paulus Risang)
  • JAFF 2025 mengusung tema ā€œTRANSFIGURATIONā€ dan menyoroti pentingnya arsip film nasional lewat Manifesto Arsip Film yang dibacakan Ifa Isfansyah.

  • Pemerintah diminta mengambil peran strategis dalam pelestarian arsip agar sejarah perfilman Indonesia tidak hilang.

  • Pembukaan festival berlangsung meriah, memperkuat JAFF sebagai ruang pertemuan sineas dan kolaborasi sinema Asia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Gelaran Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) ke-20 resmi dibuka di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM) pada Sabtu (29/11/2025) malam. Mengusung tema ā€œTRANSFIGURATIONā€, festival ini memasuki dua dekade perjalanan dengan refleksi terhadap pencapaian dan masa depan sinema Asia. Dalam kesempatan tersebut, Festival Director JAFF20, Ifa Isfansyah, menyoroti urgensi pengarsipan film nasional.

  1. 1. Manifesto arsip film, seruan JAFF di usia 20 tahun

    JAFF20 (3).jpg
    Festival Director JAFF20, Ifa Isfansyah saat membacakan Manifesto Arsip Film dalam Pembukaan JAFF20 (Dok. JAFF)

    Dalam pidato pembukaannya, Ifa menyampaikan ā€œManifesto Arsip Filmā€. Ia menilai kejayaan film Indonesia saat ini tidak akan berarti di masa depan jika tidak ada jaminan pelestarian karya.

    ā€œNegara yang tidak memiliki arsip film bukan hanya negara yang kehilangan sejarah, tetapi negara yang tidak percaya bahwa masa depannya layak dibentuk dengan ingatan yang benar,ā€ tegas Ifa.

    Ia mencontohkan film pembuka JAFF edisi pertama, Opera Jawa, yang kini sudah tidak bisa lagi diakses materi filmnya di Indonesia dan harus dipinjam dari Perancis. Menurutnya, film merupakan artefak budaya yang merekam suara, bahasa, dan harapan suatu generasi, namun sangat rentan jika tidak dirawat.

  2. 2. JAFF minta pemerintah ambil peran strategis

    JAFF20 (1).jpg
    Pembukaan JAFF20 (Dok. JAFF)

    JAFF menyerukan agar pemerintah menempatkan arsip film sebagai prioritas kebudayaan nasional. Tanpa strategi nasional, upaya komunitas disebut Ifa hanya akan seperti ā€œmenahan pasir dengan tangan kosongā€.

    ā€œBangunlah arsip film Indonesia sebelum semuanya terlambat. Sebelum generasi mendatang hanya bisa mengenang bahwa kita pernah punya masa kejayaan perfilman Indonesia—tetapi tidak satu pun tersisa,ā€ ujarnya menutup manifesto.

  3. 3. Menteri Kebudayaan dukung penguatan arsip film

    JAFF20
    Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam Pembukaan JAFF20 (Dok. JAFF)

    Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang hadir dalam pembukaan JAFF20 menanggapi manifesto tersebut. Ia menyebut arsip film bagian dari warisan budaya yang harus dilindungi bersama.

    ā€œArsip film ini merupakan warisan budaya yang luar biasa penting. Saya sangat setuju, ini harus kita selamatkan,ā€ katanya. Fadli juga menilai perlunya museum film yang lebih representatif agar arsip dapat tersimpan dengan baik dan bisa diakses publik.

  4. 4. Antusiasme meluap, JAFF jadi ruang kolaborasi sineas

    JAFF20 (2).jpg
    Reza Rahadian dalam Pembukaan JAFF20 (Dok. JAFF)

    Pembukaan JAFF20 turut disambut meriah oleh penonton dan insan film. Pengunjung baru seperti Killa bahkan mengaku sampai ā€œmemborong semua filmā€ demi merasakan kemeriahan edisi istimewa ini. Aktor Arswendy Bening Swara juga menggambarkan JAFF tahun ini ā€œbenar-benar meriah dan dahsyat!ā€.

    Aktor sekaligus sutradara Reza Rahadian yang hadir melalui program Reza Rahadian: 20 Years Reflection menyebut JAFF sebagai ruang pertemuan penting bagi masa depan sinema.

    ā€œJAFF ini wadah untuk kita berkumpul dan saling berdiskusi soal bagaimana film-film Indonesia, dan juga Asia ke depannya,ā€ katanya.

    Festival Founder Garin Nugroho turut menyampaikan rasa syukur atas perjalanan JAFF selama dua dekade. Ia menyebut festival ini berperan membentuk Yogyakarta sebagai kota sinema serta membuka ruang dialog dan kolaborasi sinema Asia melalui pertukaran ilmu hingga peluang pendanaan.

    Sebagai bagian pembuka, JAFF20 menampilkan pemutaran cuplikan sejumlah film yang pernah tayang sepanjang dua dekade festival, diiringi original sountrack yang ditampilkan oleh Gadjah Mada Chamber Orchestra dan Paduan Suara UGM. Tributo kepada festival edisi pertama juga ditandai dengan pemutaran kembali Opera Jawa dalam format seluloid 35mm.

    JAFF20 berlangsung hingga 6 Desember 2025 menampilkan 227 film dari 43 negara Asia Pasifik. Informasi lengkap program dan pembelian tiket tersedia di akun resmi @jaffjogja atau laman jaff-filmfest.org.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More