Yogyakarta, IDN Times - Umat muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Selain bernilai ibadah, praktik puasa dapat memicu proses autofagi. Mekanisme ini merupakan proses alami tubuh untuk membersihkan serta mendaur ulang sel yang rusak, lalu menggantinya dengan komponen sel baru.
Dosen Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, menyebut autofagi berlangsung sekitar 12–16 jam. Menurutnya, durasi puasa Ramadhan sudah memenuhi rentang waktu tersebut sehingga memungkinkan terjadinya detoksifikasi.
“Durasi puasa dapat memicu autofagi di dalam tubuh manusia. Sebab, autofagi membutuhkan sekitar 12-16 jam, sementara puasa Ramadhan bisa 13-14 jam, bahkan di beberapa negara bisa lebih panjang,” ujarnya, Rabu (4/3/2026), dilansir laman resmi UGM.
