Situasi Kawasan Malioboro Yogyakarta saat PPKM Darurat. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Sementara itu, berdasarkan pantauan, sejumlah toko penyedia kebutuhan non esensial di Jalan Malioboro memang masih beroperasi, Sabtu siang. Seperti toko pakaian serta aksesori. Beberapa PKL kuliner masih melayani makan di tempat, walaupun telah diminta untuk melayani pesan antar saja.
Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto, tak menampik akan hal tersebut.
"Ada yang ngeyel. Seperti toko kosmetik itu. Saya datangi langsung saya kasih peringatan. Padahal kemarin sudah dikasih tahu, semalam juga sudah kasih tahu lagi. Sudah berkali-kali, tapi masih buka," katanya saat dihubungi.
Satpol PP akhirnya secara terpaksa melayangkan teguran tertulis kepada pengelola toko tersebut. Tak menutup peluang bagi siapa saja yang terus membandel seperti ini akan dilakukan penyegelan terhadap usahanya.
"Tapi tetap didahului dengan surat peringatan," ucapnya.
Di satu sisi, Agus juga tak membantah soal adanya PKL kuliner yang masih membuka layanan makan di tempat.
"Beberapa PKL yang untuk sarapan pagi juga masih ada yang menyediakan makan di tempat," katanya.
"Mungkin kalau sekarang pada belum mengerti, tapi nggak tahu kalau ada yang sengaja. Tapi semoga saja benar belum mengerti," lanjut dia.
Akan tetapi, pihaknya tak segan bertindak tegas jika sampai menemukan tempat makan yang nekat dan tetap ngeyel membuka layanan makan di lokasi.
"Ya kita bubarkan, tidak kita tutup. Cuma fasilitas makan di tempatnya yang kita beresi. Harus take away," pungkasnya.