Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polisi Tangkapan Pelaku Pembunuhan Sadis di Sedayu Bantul

Polisi Tangkapan Pelaku Pembunuhan Sadis di Sedayu Bantul
Ilustrasi tersangka (IDN Times/Putra Gema Pamungkas))
Intinya Sih
  • Polisi berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan sadis di Sedayu, Bantul, yaitu SS sebagai eksekutor dan FS sebagai pengendara yang membantu aksi tersebut.
  • Penyidik mengungkap penangkapan dilakukan setelah analisis CCTV dan keterangan saksi, termasuk istri korban yang juga terluka dalam kejadian tragis itu.
  • Motif pembunuhan masih diselidiki, sementara senjata tajam yang digunakan pelaku belum ditemukan oleh pihak kepolisian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bantul, IDN Times - Kasus pembunuhan di Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul yang menimpa korban KYR (sebelumnya ditulis TYR) pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 05.00 WIB akhirnya menemui titik terang. Penyidik dari Polres Bantul dibantu penyidik Polda DIY menangkap dua orang pelaku yang diduga terlibat dalam pembunuhan sadis tersebut.

‎Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hadiyanto, mengatakan dua orang terduga pelaku pembunuhan terhadap KYR adalah SS (29) warga asli Magetan, Jawa Timur yang tinggal di Gamping, Kabupaten Sleman dan FS (22) warga Gamping, Kabupaten Sleman.

‎"Pelaku SS bertindak sebagai eksekutor dan FS sebagai pengendara yang memboncengkan eksekutor," ujarnya, Kamis (5/3/2026).

1. ‎Penyidik melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi hingga analisis rekaman CCTV

IMG-20250919-WA0049.jpg
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hadiyanto. (Dok. Polres Bantul)

Menurut Rita, penangkapan terhadap dua terduga pelaku pembunuhan diawali oleh laporan polisi dari istri korban Ria Pradita yang turut menjadi korban pembacokan. Tim Resmob Polres Bantul bersama dengan Tim Opsnal Jatanras Polda DIY dan Reskrim Polsek Sedayu kemudian melakukan penyelidikan.

‎"Penyidik melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi-saksi termasuk istri korban yang dirawat di rumah sakit serta menganalisa rekaman CCCTV," ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Penyidik akhirnya mendapatkan petunjuk yang mengarah kepada terduga pelaku pembunuhan terhadap korban. Tim Resmob Polres Bantul bersama dengan Tim Opsnal Jatanras Polda DIY dan Reskrim Polsek Sedayu selanjutnya pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB berhasil mengamankan terduga pelaku di daerah Sedayu, Kabupaten Bantul.

‎‎"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap SS mengakui telah melakukan penganiayaan dengan senjata tajam hingga mengakibatkan korban meninggal. Sedangkan FS juga mengakui terlibat dalam pembunuhan tersebut," ujarnya.

2. ‎Motif pembangunan masih didalami

ilustrasi tangan diborgol
ilustrasi tangan diborgol (pexels.com/Kindel Media)

Penyidik akhirnya menetapkan SS sebagai tersangka, sedangkan FS masih menjadi saksi namun tak menutup kemungkinan akan ditetapkan sebagai tersangka.

‎"Saat ini penyidik sudah menahan tersangka FS di rutan Mapolres Bantul," ucapnya.

‎Terkait dengan motif pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara yang sadis, Rita mengaku penyidik masih memeriksa intensif tersangka. Sedangkan untuk senjata yang digunakan oleh pelaku saat ini masih dicari oleh penyidik.

3. ‎Kronologi kejadian pembunuhan sadis di Bantul

IMG-20260225-WA0024.jpg
Polisi lakukan olah TKP pembunuhan di Sedayu Bantul. (Dok. Polres Bantul)

Sebelumnya diberitakan, KYR (36), warga Padukuhan Kaliurang, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, meninggal dunia setelah dibacok senjata tajam oleh pelaku yang mengenakan sebo atau penutup muka. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 05.30 WIB saat korban masih tertidur.

Dalam kejadian tersebut, istri korban, Ria Pradita Sari (34), turut mengalami luka bacokan di sejumlah bagian tubuh dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara anak mereka yang berusia 5 tahun dilaporkan tidak mengalami luka.

Peristiwa bermula saat korban bersama istri dan anaknya tengah tidur di ruang tengah rumah. Tiba-tiba, seseorang membuka pintu belakang rumah. Pelaku yang mengenakan sebo itu kemudian langsung mengayunkan senjata tajam ke arah korban yang masih terlelap. Setelah korban tak berdaya, pelaku kembali mengayunkan senjata tajam ke arah istri korban.

"Istri korban berusaha menangkis sabetan sajan dari pelaku hingga jari tangan, perut dan wajah terluka kena sabetan senjata tajam," ujar Rita.

Usai melakukan aksinya, pelaku meninggalkan rumah korban. Istri korban kemudian meminta pertolongan kepada tetangga hingga warga berdatangan ke lokasi kejadian.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Jogja

See More