Permintaan Hewan Kurban di Jogja Tahun Ini Meningkat 5 Ribu Ekor

- Kebutuhan hewan kurban tahun ini mencapai 84.017 ekor, termasuk sapi, kambing, dan domba.
- Kepala DPKP DIY memastikan ketersediaan hewan kurban akan mencukupi kebutuhan masyarakat meski terjadi peningkatan sekitar 5 ribu ekor.
- Data sementara menunjukkan ketersediaan hewan kurban di DIY tercatat 81.135 ekor, dengan sekitar 60 persen berasal dari produksi peternak lokal dan sisanya didatangkan dari luar daerah.
Yogyakarta, IDN Times - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkirakan kebutuhan hewan kurban tahun ini mencapai 84.017 ekor yang mencakup sapi, kambing, dan domba.
Kepala DPKP DIY Syam Arjayanti menyatakan, angka kebutuhan ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, yaitu 78.876 ekor.
1. Peningkatan permintaan hingga 5 ribu hewan kurban

Syam menegaskan, walaupun terjadi peningkatan sekitar 5 ribu hewan, ia memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2025 bakal mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Meski sebagian masih bergantung pada suplai dari luar daerah, setiap tahun kita selalu mencukupi dan pedagang nanti akan berupaya juga untuk mendatangkan juga dari luar," ujar Syam Arjayanti, dikutip Antara Rabu (1/5/2025).
2. DIY mampu sediakan 60 persen hewan kurban

Data sementara hingga akhir April 2025 menunjukkan, ketersediaan hewan kurban di DIY tercatat 81.135 ekor. Rinciannya terdiri 30.969 ekor sapi, 38 ekor kerbau, 28.768 ekor kambing, dan 21.360 ekor domba.
Meski jumlah tersebut masih sedikit di bawah angka kebutuhan, Syam meyakini pasokan akan terus bertambah seiring pergerakan distribusi di lapangan.
Dari total ketersediaan tersebut, dia mengakui hanya sekitar 60 persen yang berasal dari produksi peternak lokal DIY. Sisanya, sekitar 40 persen, didatangkan dari luar daerah, seperti Magelang, Wonosobo, Temanggung, hingga wilayah Jawa Timur, terutama untuk kambing dan domba.
3. Awasi penyebaran PMK

Menjelang Iduladha 2025, DPKP meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban, terutama untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), dan pemberian vaksinasi serta penyemprotan disinfektan di lokasi penampungan hewan.
"Kita selalu pantau juga di tempat-tempat penampungan. Kemudian didisinfektan juga, dan kita tanya apakah divaksin atau belum," ujarnya.
















