Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pengemudi Bentor di Jogja Serahkan Kendaraan untuk Dapat Becak Listrik
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X resmi luncurkan becak kayuh listrik pariwisata (bekalista) di Kota Yogyakarta pada Kamis (17/7/2026). (IDN Times / Tunggul Damarjati)
  • Program Bekalista diluncurkan di Yogyakarta oleh Menteri Keuangan dan Gubernur DIY sebagai langkah memperkuat ekonomi rakyat melalui transportasi wisata ramah lingkungan.
  • Kementerian Keuangan melalui PIP menghibahkan 80 unit becak listrik kepada pengemudi becak, dengan syarat menyerahkan bentor untuk dimusnahkan demi mendukung kawasan bebas emisi Malioboro.
  • Pemerintah memastikan seluruh unit Bekalista memenuhi standar teknis dan melibatkan tenaga kerja lokal dalam produksi serta perawatan, menegaskan bahwa tradisi tetap sejalan dengan kemajuan teknologi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times - Ekosistem Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista) resmi diluncurkan di Kota Yogyakarta pada Kamis (17/7/2026). Peresmian program langsung dilakukan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa bersama Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di depan Sasana Hinggil, Alun-Alun Selatan Yogyakarta.

Program ini merupakan kerja sama antara Kementerian Keuangan dan Pemda DIY sebagai komitmen memperkuat ekonomi rakyat.

1. 80 unit bekalista dihibahkan

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X resmi luncurkan becak kayuh listrik pariwisata (bekalista) di Kota Yogyakarta pada Kamis (17/7/2026). (IDN Times / Tunggul Damarjati)

Pranata Humas Ahli Madya Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Ditya Nanaryo Aji menjelaskan, untuk Bekalista ini Kementerian Keuangan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyalurkan bantuan pengembangan ekosistem kendaraan tradisional hijau.

Bantuan PIP Kemenkeu meliputi puluhan unit bekalista, fasilitas charging becak, serta bengkel mobile menggunakan kendaraan listrik roda tiga.

"Menurut informasi dari PIP direncanakan akan dihibahkan sejumlah 80 unit Bekalista kepada para pengemudi becak. Pada tahap awal, sebanyak 15 unit telah diserahkan langsung kepada penerima manfaat yang merupakan pengemudi becak dan telah tergabung dalam koperasi yang telah ada," kata Ditya.

Ditya menerangkan, program ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi transportasi wisata yang lebih bersih, berkelanjutan, dan mendukung penataan kawasan sumbu filosofi. Utamanya di ruas jalan Malioboro.

"Dalam proses produksi Bekalista, PIP bekerja sama dengan beberapa SMK yang ada di DIY dengan rumah produksi di workshop SMK N 3 Yogyakarta," jelasnya.

2. Bentor ditukar bekalista

Menurut Ditya, hibah ini diprioritaskan bagi penerima manfaat yakni pengemudi becak yang mangkal di sepanjang kawasan Jalan Malioboro. Ini merupakan wujud dukungan terhadap kesiapan penerapan Malioboro sebagai kawasan pedestrian sekaligus area low emission zone.

Sebelum proses hibah dilaksanakan, Dinas Perhubungan DIY dan Kota Yogyakarta telah melakukan verifikasi terhadap data calon penerima bantuan. Ini dilakukan guna memastikan hibah tepat sasaran.

Selanjutnya, para penerima harus menyatakan kesediaan secara sukarela untuk menyerahkan becak motor (bentor) yang dimiliki sebagai bagian dari komitmen peralihan moda transportasi.

Ditya menambahkan skema pemberian hibah dilakukan melalui mekanisme scraping. Artinya, setiap satu unit becak listrik yang diterima, harus diikuti dengan penarikan satu unit becak motor milik penerima manfaat.

"Penarik becak mendapatkan bantuan dengan syarat menyerahkan bentornya untuk dimusnahkan," kata Ditya.

Ditya berharap dengan skema itu akan ada migrasi secara bertahap dari becak motor menuju becak listrik yang lebih ramah lingkungan. Targetnya, seluruh ruas Jalan Malioboro ke depan bisa bebas dari operasional becak motor dan dilayani oleh becak kayuh tradisional maupun becak kayuh dengan penguat tenaga listrik.

3. Tradisi tak halangi kemajuan

Ditya menambahkan, Dishub DIY dan Kota Yogyakarta sudah melaksanakan pemeriksaan teknis terhadap unit Bekalista yang dihibahkan.

Pemeriksaan ini untuk memastikan spesifikasi becak listrik sudah sesuai ketentuan dalam SK Gubernur DIY Nomor 234 Tahun 2026 tentang Persyaratan Teknis Becak Kayuh dengan Penguat Tenaga Listrik.

"Dengan demikian, becak listrik yang diserahkan kepada pengemudi diharapkan berada dalam kondisi aman, laik jalan, dan siap digunakan untuk melayani wisatawan di kawasan Malioboro dan sekitarnya," ujar Ditya.

Sementara itu Purbaya dalam sambutannya memperkenalkan program Bekalista yang telah menjangkau 80 penerima manfaat. Selain bengkel induk, sebanyak 12 stasiun pengisian daya, satu bengkel bergerak, delapan baterai cadangan telah disiapkan guna mendukung operasionalnya.

Purbaya menambahkan seluruh pembangunan ekosistem tersebut melibatkan tenaga kerja lokal Yogyakarta. Ini meliputi proses pabrikasi, perakitan, kelistrikan, hingga pengembangan teaching factory.

"Tradisi bukan menghalangi kemajuan, tetapi memberi arah agar kemajuan tidak kehilangan jati diri," kata Purbaya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article