Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pengelola Gembira Loka Zoo Angkat Bicara Perpindahan Deo dan Sinta
Gajah di Gembira Loka Zoo. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

  • Gembira Loka Zoo memindahkan dua gajah, Deo dan Sinta, ke Tabang Zoo, Kalimantan Timur; perjalanan 1.671 kilometer ini menuai sorotan aktivis karena dikhawatirkan memicu stres.
  • GL Zoo menyatakan translokasi telah disetujui Kementerian Kehutanan dan menjadi bagian pengelolaan populasi, dengan persiapan kesehatan, pakan, air, rute, titik istirahat, serta pemantauan tim lintas bidang.
  • Kemenhut menyebut Deo dan Sinta, satwa titipan sejak 2024, berangkat dalam kondisi prima dengan pendampingan ahli; BKSDA Kalimantan Timur akan mengawasi karantina, adaptasi, dan kesehatan keduanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times - Pengelola Gembira Loka Zoo (GL Zoo) di Kota Yogyakarta, angkat bicara mengenai pemindahan atau translokasi dua ekor gajah bernama Deo dan Sinta dari tempat tersebut ke Tabang Zoo, Kalimantan Timur.

Pemindahan Deo dan Sinta disorot usai foto dan video proses perjalanan kedua satwa itu viral di media sosial. Dalam gambar yang beredar, kedua satwa diangkut menggunakan truk berwarna merah.

Proses pemindahan yang dianggap kurang transparan menuai protes kalangan aktivis lingkungan, terlebih Deo dan Sinta harus menempuh 1.671 kilometer perjalanan darat juga laut selama berhari-hari. Kedua satwa dikhawatirkan mengalami stres saat perjalanan.

1. Pengelolaan populasi satwa dan kerja sama antarlembaga konservasi

Kebun Binatang Gembira Loka (https://gembiralokazoo.com/)

Manager Marketing GL Zoo, Yosi Hermawan dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas perhatian serta kepedulian masyarakat terhadap Deo dan Sinta. Menurutnya translokasi Deo dan Sinta dari GL Zoo ke Tabang Zoo sudah melalui proses perencanaan, koordinasi, serta persetujuan dari instansi berwenang, termasuk Kementerian Kehutanan.

"Proses ini merupakan bagian dari pengelolaan populasi satwa dan kerja sama antarlembaga konservasi, dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kesejahteraan setiap individu satwa," kata Yosi dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

2. Klaim proses proses terencana, hati-hati, dan bertanggung jawab

Menurut Yosi, pelaksanaan translokasi Deo dan Sinta didahului berbagai tahapan persiapan. Antara lain pemeriksaan kesehatan, kesiapan perjalanan, serta pemenuhan kebutuhan pakan dan air.

Yosi berujar, tim lintas bidang turut dilibatkan demi memastikan kondisi Deo dan Sinta tetap terpantau selama proses perjalanan.

"Rute perjalanan beserta titik pemberhentian dan pemeriksaan telah dipersiapkan sebelumnya untuk mendukung pemantauan kondisi gajah, pemenuhan kebutuhan pakan dan air, pembersihan kendaraan, serta waktu istirahat guna meminimalkan potensi stres selama perjalanan," papar Yosi.

Lebih lanjut, Yosi menuturkan pemilihan Tabang Zoo sebagai lokasi tujuan telah melalui berbagai pertimbangan. Ini mencakup kemampuan pengelolaan, kesiapan fasilitas, sumber daya, serta komitmen dalam memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan satwa.

"Gembira Loka Zoo menegaskan bahwa translokasi ini bukan sekadar pemindahan satwa, melainkan proses yang dilakukan secara terencana, hati-hati, dan bertanggung jawab dengan keselamatan, kesehatan, serta kesejahteraan Deo dan Sinta sebagai prioritas utama," imbuh Yosi.

Yosi menambahkan, informasi lebih detail mengenai aspek perizinan, proses konservasi, dan pelaksanaan translokasi, media maupun masyarakat dapat menghubungi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) selaku pihak yang berwenang.

3. Kemenhut sampaikan proses perpindahan Deo dan Sinta sesuai ketentuan

Kemenhut melalui akun Instagram resminya menerangkan, Deo dan Sinta sebelumnya berasal dari Linggoasri, Pekalongan, Jawa Tengah. Sejak 30 September 2024 keduanya dititipkan sementara di GL Zoo melalui koordinasi BKSDA Jawa Tengah dan DIY.

Selama hampir dua tahun di Yogyakarta, tim medis dan mahout atau pawang GL Zoo merawat serta mendalami karakter fisik maupun perilaku Deo dan Sinta. Seiring berjalannya waktu, pengelolaan populasi gajah di tempat tersebut perlu disesuaikan dengan fasilitas guna menjaga standar kesejahteraan satwa (animal welfare).

"Atas pertimbangan tersebut, Deo dan Sinta yang merupakan satwa titipan BKSDA DIY diserahterimakan kepada BKSDA Kalimantan Timur untuk selanjutnya dititiprawatkan di Tabang Zoo," tulis unggahan tersebut.

Senada dengan penjelasan GL Zoo, translokasi bukan sekadar memindahkan satwa, karena setiap tahap direncanakan untuk memastikan keduanya memperoleh ruang gerak, perawatan, fasilitas, serta lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan dan standar kesejahteraan satwa.

Kemenhut menulis, seluruh proses dilaksanakan sesuai ketentuan, mulai dari verifikasi kesiapan fasilitas dan personel, pemeriksaan kesehatan, kelengkapan perizinan, penyusunan prosedur pengangkutan, hingga pengawasan perjalanan dan evaluasi pascatranslokasi.

Deo dan Sinta telah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan dinyatakan dalam kondisi prima sebelum pemberangkatan. Dokter hewan, mahout, dan pakar gajah senior ikut mendampingi perjalanan untuk memantau kesehatan, kebutuhan pakan dan air, serta tingkat stres keduanya.

Setibanya di Tabang Zoo, BKSDA Kalimantan Timur bakal mengawasi proses karantina, adaptasi, perawatan, dan pemantauan kesehatan harian Deo juga Sinta secara berkelanjutan.

"Mari iringi perjalanan Deo dan Sinta dengan doa dan kepedulian. Semoga keduanya sehat, nyaman, dan dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. Karena setiap satwa berhak memperoleh perlindungan dan perawatan terbaik sepanjang hidupnya," tutup unggahan itu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article