Kemenhut melalui akun Instagram resminya menerangkan, Deo dan Sinta sebelumnya berasal dari Linggoasri, Pekalongan, Jawa Tengah. Sejak 30 September 2024 keduanya dititipkan sementara di GL Zoo melalui koordinasi BKSDA Jawa Tengah dan DIY.
Selama hampir dua tahun di Yogyakarta, tim medis dan mahout atau pawang GL Zoo merawat serta mendalami karakter fisik maupun perilaku Deo dan Sinta. Seiring berjalannya waktu, pengelolaan populasi gajah di tempat tersebut perlu disesuaikan dengan fasilitas guna menjaga standar kesejahteraan satwa (animal welfare).
"Atas pertimbangan tersebut, Deo dan Sinta yang merupakan satwa titipan BKSDA DIY diserahterimakan kepada BKSDA Kalimantan Timur untuk selanjutnya dititiprawatkan di Tabang Zoo," tulis unggahan tersebut.
Senada dengan penjelasan GL Zoo, translokasi bukan sekadar memindahkan satwa, karena setiap tahap direncanakan untuk memastikan keduanya memperoleh ruang gerak, perawatan, fasilitas, serta lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan dan standar kesejahteraan satwa.
Kemenhut menulis, seluruh proses dilaksanakan sesuai ketentuan, mulai dari verifikasi kesiapan fasilitas dan personel, pemeriksaan kesehatan, kelengkapan perizinan, penyusunan prosedur pengangkutan, hingga pengawasan perjalanan dan evaluasi pascatranslokasi.
Deo dan Sinta telah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan dinyatakan dalam kondisi prima sebelum pemberangkatan. Dokter hewan, mahout, dan pakar gajah senior ikut mendampingi perjalanan untuk memantau kesehatan, kebutuhan pakan dan air, serta tingkat stres keduanya.
Setibanya di Tabang Zoo, BKSDA Kalimantan Timur bakal mengawasi proses karantina, adaptasi, perawatan, dan pemantauan kesehatan harian Deo juga Sinta secara berkelanjutan.
"Mari iringi perjalanan Deo dan Sinta dengan doa dan kepedulian. Semoga keduanya sehat, nyaman, dan dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. Karena setiap satwa berhak memperoleh perlindungan dan perawatan terbaik sepanjang hidupnya," tutup unggahan itu.