Presiden Jokowi saat meninjau penanaman tanaman jagung di kawasan food estate di Kabupaten Belu, Provinsi NTT, Kamis (24/03/2022) sore. (dok. Sekretariat Presiden)
Arya menyebut Prabowo sudah mengkapitalisasi Jokowi, dalam hal ini Prabowo banyak menyinggung Jokowi, dan memposisikan diri sebagai penerus representasi Jokowi. Terlebih Prabowo berpasangan dengan anak pertama Jokowi, Gibran.
"Nah ekspektasinya adalah efek dari Jokowi itu bergeser atau limpahannya sangat dominan di Prabowo, sementara di beberapa hasil survei termasuk Poltracking, angka Prabowo itu praktis tidak pernah menyentuh 50 persen. Jadi bahwa ada kenaikan iya, apalagi sebelum berpasangan," ujar Arya yang juga Peneliti Poltracking Indonesia itu.
Arya menyebut elektabilitas Prabowo meningkat setelah bulan Oktober 2023 atau muncul nama cawapres. Namun setelah bulan Oktober, angkanya tidak lagi mengalami kenaikan secara terus menerus. "Berhenti di angka sekitar rentan dari 44 persen maksimal 46 persen, yang menyebut 48 ada tapi tidak banyak," ujar Arya.