Sejumlah barang bukti yang diamankan dari kasus kekerasan di Daycare Little Aresha. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Hasto mengatakan terkait penanganan korban kasus kekerasan di Daycare Little Aresha, Pemkot Yogyakarta mencatat ada peningkatan jumlah orangtua yang mengakses layanan konsultasi. Tercatat sebanyak 130 orang melakukan konsultasi terkait kondisi mental maupun fisik anak mereka.
Hasto menyebut ada kondisi anak yang memprihatinkan, gangguan kesehatan pernapasan, indikasi defisiensi gizi kronis atau stunting, pada balita yang dititipkan di Daycare Little Aresha. “Kemarin ada yang berat badannya masih 10 kg padahal umurnya sudah 36 bulan. Itu kan di bawah garis merah. Seperti itu harus kita lakukan pendampingan supaya berat badannya naik,” ucap Hasto.
Pemulihan kondisi anak yang menjadi korban, dikatakan Hasto juga bergantung kondisi kesehatan anak. Jika anak tidak ada penyakit penyerta, pemulihan akan lebih cepat, diperkirakan dalam tiga bulan akan membaik, tapi jika ada penyakit lain akan lebih lama.
Hasto mengatakan kondisi mental dan perkembangan anak juga menjadi prioritas. Ia menyebut ada keterlambatan bicara pada anak (speech delay) yang memerlukan penanganan spesifik dan waktu yang lebih panjang. Selain itu juga kondisi psikologi orang tua menjadi perhatian pemerintah.