Gedung Daycare Little Aresha Jadi Sasaran Vandalisme

- Bangunan Daycare Little Aresha di Yogyakarta dipenuhi coretan makian terkait kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di tempat tersebut.
- Warga sekitar menduga coretan muncul pada pagi hari dan sempat mendengar suara mencurigakan, namun tidak memeriksa langsung ke lokasi.
- Polresta Yogyakarta telah menetapkan 13 tersangka dalam kasus kekerasan ini, termasuk ketua yayasan, kepala sekolah, dan sebelas pengasuh.
Yogyakarta, IDN Times – Kondisi gedung Daycare Little Aresha, di Jalan Pakel Baru Utara Nomor 27, Sorsutan, Umbulharjo, Yogyakarta dipenuhi coretan berisi makian, pada Selasa (28/4/2026). Coretan berisi kekesalan tentang kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di daycare ini.
Sejumlah tulisan dengan cat semprot warna hitam terlihat. Mulai dari Anak Menjadi Korban, Tidak Ada Rasa Kemanusiaan, hingga sejumlah kata makian tertulis di tembok depan bangunan dan rolling door.
1. Coretan diduga dilakukan saat pagi hari

Salah seorang warga yang tinggal di sekitar daycare menduga coretan tersebut dibuat saat pagi hari, pasalnya ia tidak melihat saat malam hari sebelumnya.
“Dari malam belum ada. Kemungkinan itu tadi pagi, saya juga keluar itu kok nggak memperhatikan,” ujarnya.
Dirinya menyebut sempat mendengar suara di sekitar lokasi. Namun ia tidak mengecek karena menduga sebelumnya seseorang mengambil barang dari daycare itu.
“Saya nggak keluar untuk mencari tahu juga. Malah saya baru tahu ini, saya kira itu suara mungkin mau mengambil sesuatu. Itu sekitar jam 08.00 atau 09.00 WIB begitu deh. Kalau kemarin itu belum ada,” katanya.
2. Polisi tetapkan 13 tersangka

Diketahui sebelumnya, Polresta Yogyakarta menetapkan 13 tersangka dalam kasus kekerasan yang terjadi di Daycare Little Aresha. Adapun tersangka yaitu inisial DK selaku Ketua Yayasan, kemudian inisial AP selaku Kepala Sekolah. Lalu ada FN, NF, LIS, EN, SFM, DR, HP, JA, SRJ, DO, dan DN.
“11 orang ini berperan sebagai pengasuh,” ujar Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol. Eva Guna Pandia, Senin (27/4/2026).
















