Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkot Sediakan Jalur Khusus Pesepeda, Jogja Last Friday Tetap Digelar
Potret Tugu Pal Putih Yogyakarta (IDN Times/Tunggul Damarjati)
  • Bersepeda menjadi bagian penting dari gaya hidup warga Yogyakarta, baik sebagai transportasi maupun kegiatan komunitas seperti Jogja Last Friday Ride (JLFR).
  • Pemerintah Kota Yogyakarta menyediakan 65 jalur sepeda, 152 bike box, dan 421 rambu alternatif untuk mendukung kenyamanan serta keselamatan pesepeda.
  • Wali Kota Hasto Wardoyo menegaskan penataan dilakukan agar semua pengguna jalan dapat berbagi ruang secara harmonis melalui pengaturan kolaboratif yang mencegah kemacetan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times - Bersepeda menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas warga Kota Yogyakarta, baik sebagai alat transportasi maupun ajang bersosialisasi seperti komunitas Jogja Last Friday Ride (JLFR).

Untuk mendukung budaya ini, Pemeringtah Kota Yogyakarta menyediakan infrastruktur pendukung pesepeda meliputi 65 jalur sepeda, 152 bike box di persimpangan, dan 421 rambu jalur alternatif.

1. Berkomitmen memfasilitasi komunitas pesepeda

Gedung BNI yang terletak di Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta (IDN TImes/Febriana Sinta)

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, pemkot berkomitmen untuk memfasilitasi komunitas pesepeda, termasuk JLFR. Menurutnya, pengaturan yang dilakukan bukan untuk membatasi, melainkan memastikan seluruh pengguna jalan dapat berbagi ruang secara harmonis.

"Pemerintah hadir untuk memfasilitasi dan mengatur agar semua pengguna jalan, baik pesepeda, pejalan kaki maupun pengguna kendaraan lainnya, dapat sama-sama merasa nyaman," ujar Hasto pada Senin (20/7/2026).

2. Skema pengaturan agar ribuan pesepeda lebih tertib

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Hasto menyatakan penataan ini bertujuan mewujudkan ruang jalan yang aman dan tertib bagi semua pihak. Pemkot kini menyiapkan skema pengaturan kolaboratif agar ribuan pesepeda tetap bisa menikmati keindahan kota tanpa memicu kemacetan, termasuk pengaturan arus kedatangan peserta dan penggunaan lajur secara lebih tertib.

"Diharapkan dengan pola tersebut, ribuan pesepeda tetap dapat menikmati suasana Kota Yogyakarta tanpa menimbulkan kepadatan di titik-titik tertentu. Kota Yogyakarta menerima pesepeda, kita ingin semua merasa disambut dan bisa menikmati kota ini bersama-sama," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article