Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemkab Gunungkidul Keluarkan Edaran Lebaran Tanpa Sampah

Pemkab Gunungkidul Keluarkan Edaran Lebaran Tanpa Sampah
Ilustrasi Ramadan (IDN Times/Sukma Shakti)
Share Article

Gunungkidul, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, mengeluarkan Surat Edaran tentang Gerakan Idul Fitri Tanpa Sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati tersebut, salah satu poin pentingnya adalah masyarakat diimbau untuk membawa peralatan makan dan minum menggunakan wadah pakai ulang.

"Aktivitas apapun selama momentum atau libur lebaran ini kita dorong untuk ramah lingkungan,” kata Harry Sukmono., Kamis (4/4/2024). 



1. Kurangi penggunaan tempat makanan yang tidak ramah lingkungan

Sampah gelas plastik, Styrofoam dan sedotan kertas dari satu kafe (IDN Times/Yogie Fadila)
Sampah gelas plastik, Styrofoam dan sedotan kertas dari satu kafe (IDN Times/Yogie Fadila)

DLH juga mendorong warga untuk mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang menggunakan wadah atau tempat tidak ramah lingkungan saat silaturahmi. "Salah satunya seperti itu. Mereka untuk bisa menyampaikan ke warga bagaimana bisa meminimalkan sampah,” katanya dikutip Antara. 

2. Gunakan daun pisang dan jati

hidangan terbungkus daun pisang (pixabay.com/pauline mongarny)
hidangan terbungkus daun pisang (pixabay.com/pauline mongarny)

Pemkab Gunungkidul menilai, penggunaan daun pisang dan jati untuk membungkus makanan dinilai menarik dan ramah lingkungan saat Lebaran. Menurutnya, hal tersebut bisa menghadirkan nuansa tradisional terutama bagi warga Gunungkidul yang pulang kampung.

“Itu menarik karena orang yang berkunjung itu keluarga kita yang sudah lama meninggalkan Gunungkidul yang kangen dengan kemasan tradisional ataupun tamu yang rindu dengan kemasan tradisional,” katanya.

Tak hanya saat bersantap, DLH juga meminta peserta takbir keliling tidak menggunakan makanan dan minuman sekali pakai.

3. Hotel harus lakukan hal sama

Ilustrasi hidangan buka bersama (pexels.com/Askar Abayev)
Ilustrasi hidangan buka bersama (pexels.com/Askar Abayev)

Aturan ini tak hanya menyasar warga, juga berlaku bagi pelaku usaha perhotelan untuk ikut andil dalam gerakan Lebaran tanpa sampah. “Hotel dan pelaku usaha harus mengikuti gerakan tersebut," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Pembubaran Ibadah di Bantul , Sultan: Tak Ada yang Boleh Paling Benar

25 Mei 2026, 19:49 WIBNews