Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkab Bantul Kini Hanya Angkut Sampah Terpilah‎, Cek Jadwalnya!
Truk sampah DLH Bantul yang akan mengangkut sampah terpilah di berbagai titik di Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)
  • Pemkab Bantul menerapkan sistem pengangkutan sampah terpilah dengan jadwal berbeda untuk sampah organik dan anorganik guna meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.
  • Kebijakan ini diharapkan mempercepat proses pengolahan di TPST serta mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah yang tercampur.
  • DLH Bantul menyiapkan 38 armada truk dengan target mengangkut 50–100 ton sampah terpilah per hari menuju TPST Dingkikan agar masyarakat makin disiplin memilah sampah dari rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Bantul menilai sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik sudah dilakukan, namun masih ditemukan masyarakat yang membuang sampah tanpa dipilah. Kondisi ini mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menerapkan strategi pengangkutan sampah terpilah.

Sekda Bantul, Agus Budi Raharja, mengatakan pengangkutan dilakukan dengan sistem penjadwalan berdasarkan jenis sampah.

‎"Jadi setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat pengambilan sampah khususnya yang organik dan hari Rabu dan Sabtu pengambilan sampah anorganik," katanya, Senin (4/5/2026).

1. ‎Tak perlu pemilahan sampah di TPST, sampah bisa langsung diolah

Sekda Bantul, Agus Budi Raharja.(IDN Times/Daruwaskita)

Agus Budi mengatakan strategi pengangkutan sampah terpilah diharapkan memudahkan masyarakat dalam menentukan waktu pembuangan sampah sesuai jenisnya.

"Harapannya sampah tidak dipilah pada hari itu kemudian masuk dalam truk sampah sehingga tercampur lagi sampah organik dan anorganik sehingga saat sampai di TPST langsung bisa diolah tak perlu lagi dilakukan pemilahan. Pekerjaan memilih sampah itu paling berat dan memakan waktu," tandasnya.

2. ‎Tak ada lagi pencemaran lingkungan ketika sampah langsung diolah

Residu sampah yang tak punya nilai ekonomis. (IDN Times/Daruwaskita)

Agus Budi berharap pemisahan sampah sejak dari sumber dapat mempercepat proses pengolahan di TPST serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan seperti bau dan lindi dari sampah organik.

"Jadi ini juga akan mempercepat pengolahan sampah di TPST. Jadi ingat kepada masyarakat agar mengumpulkan sampah sudah terpilah dan jika sampah belum terpilah maka tidak akan diangkut oleh truk sampah dari DLH Bantul," tandasnya.

3. Targetkan sehari bisa angkut 50-100 ton sampah terpilah ke TPST

Truk sampah DLH Bantul yang akan mengangkut sampah terpilah di berbagai titik di Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Pelaksana harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul, Fenty Yudaswati, mengatakan pihaknya menyiapkan sekitar 38 armada truk untuk mengangkut sampah terpilah dari ratusan titik penampungan menuju TPST Dingkikan, Argodadi, Kapanewon Sedayu.

"Dalam sehari kita menargetkan bisa mengangkut sampah terpilah sebanyak 50–100 ton untuk segera diolah di TPST Dingkikan," ucapnya.

Ia berharap strategi ini mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah.

"Kita berharap dengan strategi pengangkutan sampah terpilah ini masyarakat semakin sadar agar sampah dari rumah tangga itu sebelum sampai di penampungan sampah sudah terpilah dari rumah. Dan yang sampah anorganik yang bisa dijual bisa langsung dijual oleh masyarakat," tambahnya.

Editorial Team