Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemkab Bantul Gratiskan Biaya Perawatan Korban Gempa Bumi

ilustrasi pasien rumah sakit (vecteezy.com/Thanongsak Sukjai)
ilustrasi pasien rumah sakit (vecteezy.com/Thanongsak Sukjai)
Intinya sih...
  • Biaya rawat inap ditanggung dengan Jamkesda atau BTT
  • Sebanyak 20 bangunan rusak terdampak bencana gempa bumi di Pacitan
  • BMKG memperbarui data kegempaan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Jumlah bangunan rusak dan korban terluka akibat gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang berpusat di 89 kilometer tenggara Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, terus bertambah. Gempa yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB tersebut berdampak signifikan di wilayah Kabupaten Bantul.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja, mengatakan jumlah korban terluka akibat dampak tidak langsung gempa mencapai 31 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 orang menjalani rawat jalan, sementara delapan orang lainnya harus dirawat inap di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Bantul.

"Sampai jam 11.00 WIB update terakhir korban terluka akibat gempa bumi total 31 orang dan delapan orang menjalani rawat inap," ujarnya usai rapat bersama BMKG Yogyakarta, BPBD, Polres, Kodim, dan instansi terkait lainnya di ruang rapat Sekda Bantul, Jumat (6/2/2026).

1. ‎ Biaya rawat inap akan ditanggung dengan Jamkesda atau BTT‎

IMG-20260206-WA0029.jpg
Sekda Bantul, Agus Budi Raharja. (IDN Times/Daruwaskita)

Menurut Agus Budi, karena korban atau pasien yang menjalani rawat inap tidak tercover BPJS Kesehatan akibat luka yang dialami karena gempa bumi, Pemerintah Kabupaten Bantul akan menanggung seluruh biaya perawatan selama pasien dirawat di rumah sakit.

"Pasien nanti bisa dicover dengan Jamkesda yang plafonnya mencapai maksimal Rp5 juta namun jika masih kurang bisa dicover dengan Belanja Tak Terduga atau BTT," tambahnya.

2. ‎Sebanyak 20 bangunan rusak terdampak bencana gempa bumi di Pacitan

IMG-20260206-WA0012(1).jpg
Atap Samsat Bantul runtuh akibat gempa bumi di Pacitan. (Dok BPBD Bantul)

Agus Budi menjelaskan, dampak kerusakan infrastruktur akibat gempa meliputi rumah warga, tempat ibadah, hingga fasilitas umum serta bangunan milik pemerintah yang mencapai 20 titik. Rinciannya terdiri dari 11 rumah warga, dua tempat ibadah, dan sisanya fasilitas umum serta gedung milik pemerintah.

"Kerusakan sebagian besar kategori ringan, yang cukup berat hanya atap yang runtuh di Samsat Bantul, namun untuk pelayanan masih berjalan normal," ungkapnya.

Sementara itu, penanganan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan akan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) setempat, serta unsur TNI dan Polri. Adapun fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya yang terdampak akan segera diperbaiki agar proses belajar mengajar maupun pelayanan publik tidak terganggu.

"Perbaikan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum yang rusak bisa menggunakan anggaran BTT. Besaran anggaran nantinya akan dihitung oleh BPBD Bantul," tandasnya.

3. ‎ BMKG memperbarui data kegempaan

1770342618455.jpg
Plafon di lantai 2 Samsat Bantul jebol akibat gempa bumi di Pacitan. (Dok. BPBD Bantul)

Lebih lanjut, Agus Budi mengatakan BMKG Yogyakarta telah melakukan validasi terakhir terkait gempa bumi tersebut. Dari hasil pembaruan data, kekuatan gempa yang sebelumnya dilaporkan bermagnitudo 6,4 kini diperbarui menjadi magnitudo 6,2 dengan kedalaman 58 kilometer dan berlangsung selama 10 detik.

"Jadi awalnya kekuatan gempa bumi itu M6,5 setelah diperbaharui dengan sejumlah alat yang dimiliki BMKG Yogyakarta kekuatan gempa bumi M6,2," ungkapnya.

Ia menambahkan, setelah gempa utama yang terjadi pukul 01.06 WIB, tercatat ada 21 gempa susulan dengan kekuatan yang terus menurun.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Jogja

See More

Bagi Tubuh Berisi, Ini 6 Cara Tepat Memilih dan Memadukan Pakaian Putih

06 Feb 2026, 23:10 WIBNews